KOMPAS Operasi 350 Penderita Katarak di Sumbawa

oleh -10 views

Sumbawa Besar, SR (09/09/2015)

Penderita katarak di Kabupaten Sumbawa terbilang cukup tinggi. Untuk melakukan pengobatan secara individu, masyarakat belum memiliki kemampuan secara ekonomi. Hal ini menjadi salah satu penyebab semakin bertambahnya angka katarak. Karenanya setiap tahunnya pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk menekan angka katarak dengan melaksanakan operasi massal secara gratis.

Kali ini Pemda Sumbawa bekerjasama dengan Yayasan Dana Kemanusiaan KOMPAS—salah satu media nasional. Dari kerjasama ini KOMPAS akan mengoperasi terhadap 350 penderita yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Operasi yang mulai dilaksanakan di Rumah Sakit Manambai Abdul Kadir, Rabu (9/9), dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Arasy Muhkan yang dihadiri Redaktur Senior KOMPAS dan rombongan, Anggota Forkopimda, Kepala Dikes Propinsi NTB, Kadikes Sumbawa, Dirut RS Manambai, tim dokter dari BKMM Mataram, Kepala SKPD, dan camat serta para pasien.

Wabup beri cinderamata cincin batu akik kepada Redaktur Senior Kompas, SB Suharto
Wabup beri cinderamata cincin batu akik kepada Redaktur Senior Kompas, SB Suharto

Redaktur Senior KOMPAS, SB Suharto dalam sambutannya, mengatakan, dana kemanusiaan KOMPAS ini berasal himpunan dana dari para pembaca KOMPAS di beberapa tempat. Kegiatan sosial ini telah diselenggarakan sejak Tahun 1980 tidak hanya untuk operasi mata katarak tetapi juga bantuan kepada yang terkena musibah, seperti belum lama ini di Kabupaten Sumbawa Barat, dan kegiatan lain dengan mengambil moment kegiatan Tambora Menyapa Dunia, April lalu. “Kami hanya sekedar mengorganisir dan mempertanggung jawabkan apa yang diberikan kepada kami. Semoga kegiatan ini dapat berhasil dengan sukses sesuai harapan,” pintanya.

Baca Juga  24 Pasien Covid Sembuh, Didominasi Warga Lotara

Sementara Kepala Dikes Kabupaten Sumbawa, Drs Didi Darsani A.Pt dalam laporannya menyebutkan Sumbawa mendapat olokasi sebanyak 250 sasaran. Namun kemudian ditambah menjadi 350 sasaran karena potensi katarak di Sumbawa yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil RISKESDAS, angka kebutaan di Indonesia mencapai 1,5% dari jumlah penduduk dengan penyebab terbesar dikarenakan oleh katarak sebesar 0,78%. Angka ini diperkuat berdasarkan riset terakhir pada kelompok lansia. Diperkirakan tidak kurang dari 4% kelompok lansia mengalami gangguan penglihatan yang disebabkan oleh katarak. Dan kali ini Dana Kemanusiaan KOMPAS dengan tidak kurang dari 300 hingga 500 sasaran setiap tahunnya. Hal ini baru dapat mengurangi laju pertambahan penderita katarak, namun belum mampu menuntaskan penderita katarak secara signifikan.

Lebih jauh dilaporkan Didi Darsani, dalam menuntaskan kebutaan, Kabupaten Sumbawa memang masih sangat bergantung pada kegiatan yang bersifat event dan massal seperti ini. Pasalnya sampai sekarang belum tersedianya dokter spesialis mata yang diharapkan dapat rutin melayani setiap harinya. “Untuk itu bantuan sekecil apapun sangat kami apresiasi terutama untuk kesehatan mata,” ucapnya.

Wakil Bupati Drs H Arasy Muhkan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Yayasan Dana Kemanusiaan KOMPAS atas terselenggaranya kegiatan ini. Masyarakat Sumbawa terutama penderita katarak tentu sangat berbahagia menyambut kegiatan ini, karena mereka memiliki harapan yang besar untuk bisa melihat kembali. Di akhir kegiatan Wabup memberikan cinderamata berupa cincin batu akik kepada Redaktur Senior KOMPAS yang dengan senang hati memakainya. (Jen/SR)

bankntb DPRD DPRD