120 Atlit Ikut Kejurnas Paralayang di Bukit Labaong

oleh -61 views

Sumbawa Besar, SR (08/09/2015)

Sumbawa patut berbangga. Pasalnya, daerah Tana Intan Bulaeng ini menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Paralayang atau Paragliding Trip of Indonesia (TROI) 2015 seri II. Kegiatan yang dipusatkan di Bukit Labaong, Desa Hijrah, Kecamatan Lape ini akan berlangsung pada 17—20 September 2015. Ditargetkan, sebanyak 120 atlit nasional Paralayang dari seluruh Indonesia akan mengikuti event kedirgantaraan ini.

Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Sumbawa sekaligus Ketua Panitia, Amran Herlambang ST yang ditemui SAMAWAREA, Selasa (8/9), mengatakan, kejuaraan TROI ini sudah menjadi kalender tahunan FASI Pusat yang ditandatangani Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) dan juga merupakan kegiatan rutin Kementerian Olahraga. Dalam pelaksanaannya, Kemenpora membiayai hadiah, dana pembinaan dan pesawat Hercules yang mengangkut semua tim. Untuk mobilisasi peserta dimulai dari Padang, transit di Halim Perdanakusumah untuk menjemput peserta dari DKI, Banten dan Jawa Barat. Dari Halim landing di Adi Sumarmo Solo menjemput peserta dari Jawa Tengah, lalu ke Abdurrahman Saleh di Malang untuk mengangkut peserta asal Jawa Timur. Perjalanan berlanjut ke Kalimantan, Sulawesi dan Bali kemudian landing di BIL. Rencana awal para peserta harusnya menggunakan pesawat angkut Hercules yang kecil dan akan mendarat di Bandara Sultan Kaharuddin Sumbawa. Namun karena adanya kecelakaan pesawat serupa di Medan belum lama ini, membuat semua jenis pesawat tersebut terpaksa dikandangkan atas perintah Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU) dan tidak diperbolehkan dioperasikan lagi. Mengenai biaya akomodasi dan transportasi lokal peserta dan panitia selama 4 hari pelaksanaan, akan dibiayai pemerintah daerah.

Baca Juga  Pemda KSB Minta Bantuan 8.000 Septic Tank Lanjutan

ParalayangBagaimana dengan peserta asal mancanegara ? Amran mengakui itu adalah rencana awal dengan menggelar Kejuaraan Paralayang internasional. Namun rencana ini menemui kendala karena pendaftaran harus melalui Federation Aeronautical Internastional (FAI) di London. Sebenarnya ini sudah dilakukan panitia dengan membayar 20 euro, tapi ketentuannya pendaftaran minimal dilakukan 30 hari sebelum kegiatan digelar. “Kami mendaftarkan event ini dengan sisa waktu 25 hari. Kami memberikan kesempatan kepada turis mancanegara jika ingin bermain Paralayang tapi tidak akan dilombakan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kejuaraan nasional pada tahun ini diselenggarakan di tiga lokasi berbeda. Seri I di Painan Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat, April 2015 lalu. Seri II di Kabupaten Sumbawa, September, dan Seri III sekaligus Grand Final di Manado bertepatan dengan HUT Kota Manado pada Nopember mendatang. Untuk di Kabupaten Sumbawa lanjut Amran, dilaksanakan di Bukit Labaong dengan ketinggian 220 meter di atas permukaan laut (mdpl) lalu landing di Hijrah I, dengan proses terbang menggunakan angin tenggara atau angin timur. “Ini proses terbang paling oke,” tukasnya.

Paralayang 2Dipilihnya Bukit Labaong bukan tanpa dasar melainkan hasil survey FASI pusat dan pilot paralayang yang juga instruktur paralayang dan paramotor, Teguh. “Instruktur ini datang ke Sumbawa bersama Sekretaris Umum FASI, Wim Salim untuk melakukan survey dan menemukan titik lokasi yang layak digunakan untuk level Kejurnas,” jelasnya. Kejurnas ini melombakan beberapa kelas, yaitu senior putra, senior putri, junior putra dan junior putri, serta kelas tandem (peserta yang membawa penumpang).

Baca Juga  Gelontorkan Dana Desa Jadikan Labangka Destinasi Wisata

Sejauh ini panitia sudah sangat siap mulai dari take off, jalan akses, dan landing sudah tuntas. Kini panitia sedang melakukan registrasi secara online, dan hingga 5 September kemarin, sudah 80 orang peserta yang mendaftar, dan berharap target 120 orang akan dicapai 10 September, sesuai batas akhir registrasi. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.