Jual Keluar Sumbawa, 14 Truk Gabah Diamankan TNI

oleh -34 views

Sumbawa Besar, SR (07/09/2015)

Jangan coba-coba menjual gabah keluar daerah jika tidak ingin tidak ingin berurusan dengan TNI. Itulah yang dialami sejumlah pengusaha dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Sekitar 168 ton gabah milik beberapa pengusaha diamankan jajaran Kodim 1607 Sumbawa, Minggu (6/9) malam kemarin. Gabah yang diangkut menggunakan 14 truk ini dicegat di wilayah Kecamatan Alas oleh Koramil setempat saat hendak menyeberang ke Pulau Lombok. Gabah ini berasal dari Moyo Hilir, Moyo Hulu, Brang Kolong Plampang, Maronge, Empang dan Lape.

Belasan truk gabah tersebut terjaring dalam sweeping yang dilakukan TNI yang ikut bertanggung jawab terhadap swasembada pangan khususnya di Kabupaten Sumbawa. “Sweeping ini untuk menunjang program swasembada pangan, yang merupakan kesepakatan pada rapat koordinasi dengan sejumlah pengusaha, Bulog, Dinas Pertanian belum lama ini,” kata Dandim 1607 Sumbawa, Letkol (Inf) Agus Supriyanto yang ditemui SAMAWAREA di ruang kerjanya, tadi siang.

Dandim 1607 Sumbawa, Letkol (Inf) Agus Supriyanto
Dandim 1607 Sumbawa, Letkol (Inf) Agus Supriyanto

Untuk diketahui, target pemerintah dalam program swasembada pangan di NTB mencapai 100 ribu ton dan Kabupaten Sumbawa diwajibkan mencapai target 25 ribu ton. Namun saat ini serapan gabah atau beras di Kabupaten Sumbawa terbilang masih rendah hanya sekitar 15 persen atau 4.500 ton. Setelah diusut ternyata banyak pengusaha menjual gabah/beras ke luar Sumbawa tidak hanya di Lombok tapi juga beberapa kabupaten di NTT. Pengusaha tergiur dengan harga yang tinggi melebihi harga yang ditetapkan pemerintah melalui Bulog. “Pada prinsipnya kami tidak melarang beras atau gabah dijual keluar daerah asalkan target di Sumbawa sudah terpenuhi. Bagaimana bisa mencapai target kalau gabah/beras dijual keluar. Jadi kami minta pengusaha di daerah ini juga ikut mendukung program swasembada ini,” tukas Dandim low profil ini.

Baca Juga  Naas, Santriwati Dicabuli Dua Orang di Dalam Ponpes

Seperti yang baru saja terjadi, 14 truk pengangkut gabah terjaring sweeping. Setelah dikoordinasikan dengan Bulog, 11 truk di antaranya dicapai kesepakatan untuk diserap Bulog, sedangkan tiga truk lainnya masih belum ada kesesuaian harga. “Bulog minta 5000 per kilogram, pengusaha masih bertahan di angka Rp 5.700/Kg,” sebut Dandim.

Akhirnya ketiga truk gabah ini dikembalikan ke gudang pengusaha, dan tidak diperbolehkan dijual keluar daerah. “Kami akan tetap melakukan sweeping sampai terpenuhinya target,” tegasnya.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah memberikan bantuan kepada petani. Banyak program yang telah digelontorkan untuk kepentingan petani baik bibit dan pupuk bersubsidi, maupun sarana irigasi, sehingga dari yang sekali panen menjadi tiga kali panen. Harapan pemerintah agar hasil produksi pertanian para petani ini dapat dijual ke Bulog. “Kami minta di musim panen ini para petani dan pengusaha dapat menjualnya ke Bulog,” pinta Dandim.

Meski demikian Bulog juga diharapkan dapat mengoptimalkan perannya dengan mengakomodir permasalahan yang dihadapi pengusaha, agar keduanya berkolaborasi dalam memenuhi target swasembada pangan. (Jen/SR)

bankntb DPRD DPRD