Newmont Lepas 48 Ribu Tukik Penyu ke Laut Lepas

oleh -28 views

Rangkaian Study Tour Batu Hijau Wartawan Sumbawa (Bagian-5)

Maluk, SR (06/09/2015)

Sebanyak 48 ribu ekor tukik penyu hasil konservasi PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) telah dilepas ke laut lepas. Tukik penyu yang dilepas ini sudah berusia 4 bulan setelah melalui proses penangkaran oleh Kelompok Konservasi “Pelangi Biru” Kecamatan Maluk, yang merupakan kelompok binaan PTNNT. Upaya ini dilakukan untuk melestarikan keberadaan penyu di tengah ancaman kepunahan. Sejauh ini masih ada ribuan ekor tukik lainnya yang masih dalam penangkaran. Tukik ini belum sempurna untuk dilepas karena masih berumur sangat muda. Para jurnalis termasuk dari SAMAWAREA yang melakukan Study Tour Batu Hijau selama dua hari, 2-3 September lalu, mendapat kesempatan langka ikut melepas puluhan tukik penyu di pesisir Pantai Maluk.

****************

Tukik penyu terlihat berjalan lambat menuju bibir pantai. Sesekali tukik-tukik ini terlempar kembali ke pesisir akibat dihantam ombak. Ada juga tukik yang sangat bersemangat mencapai lautan. Gerakannya lincah dan cepat. Saat masuk ke laut, lambat laun tukik-tukik ini menghilang. Sepertinya binatang ampibi ini merasa bebas setelah beberapa lama berada di wadah yang terbatas. Pemandangan ini cukup menarik perhatian pengunjung Pantai Maluk yang bejubel ini menyaksikan bagaimana tukik penyu berusaha mencapai lautan luas. Mereka sepertinya menonton lomba balap tukik.

newmont lepas tukik 2Koordinator Kelompok Pelangi Biru, Alan Ramlan mengatakan, pelepasan tukik penyu ini telah dilakukan sejak Tahun 2008 lalu. Hingga saat ini sudah 48 ribu ekor tukik yang dilepas dan telah berada di laut lepas. Tukik yang dilepas ini beragam jenisnya, meliputi penyu hijau, sisik dan biasa. “Setiap ada penetasan berapapun jumlahnya akan dilepas,” kata Alan—sapaan akrabnya.

Baca Juga  Lagi, Sumbawa Dapat Bantuan APD dari PTAMNT

Tukik penyu ini sebelumnya diperoleh dari para nelayan dalam bentuk telur. Nelayan pencari telur ini berasal dari Desa Talonang, SP3 dan SP2 Kecamatan Lunyuk dan Sekongkang. Terkadang juga para nelayan membawa sudah dalam bentuk tukik guna dipelihara di penangkaran hingga layak untuk dilepas ke lautan. Mengenai daya tahan tukik yang dilepas tersebut, Alan mengatakan tergantung cuaca dan kelihaian tukik menghindari predator laut. Biasanya dari ribuan yang dilepas ada beberapa persen yang diperkirakan hidup. Ini ditandai dengan munculnya beberapa penyu dewasa di lepas pantai yang tidak jauh dari tempat pelepasan sebelumnya. Artinya tukik-tukik itu telah melewati masa-masa sulit di awal pelepasannya.

Media Relation PTNNT Arie Burhanuddin, saat diwawancarai wartawan
Media Relation PTNNT Arie Burhanuddin, saat diwawancarai wartawan

Sementara itu Arie Burhanuddin dari Media Relation (Medrel) PTNNT, mengatakan, penyu termasuk jenis makhluk hidup yang perkembangan hidupnya lambat. Penyu mulai bertelur pada usia 30—50 tahun. Jika tidak diupayakan kelestariannya, maka penyu akan terancam punah dari muka bumi ini. Terlebih lagi masyarakat masih gemar dalam memburu telur maupun penyunya untuk dikonsumsi. “Ini harus diselamatkan. Keberlangsungan hidup penyu tergantung pada peran aktif masyarakat, pemerintah dan pihak swasta untuk saling bekerjasama mengatasi ancaman kepunahan,” cetusnya.

Karenanya PTNNT menggandeng masyarakat untuk mencoba melakukan konservasi penyu. Selain melakukan penangkaran dengan membentuk kelompok peduli penyu, perusahaan tambang raksasa ini juga terus memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menyisihkan sebagian telur penyu agar dapat ditetaskan menjadi tukik, tidak harus dikonsumsi semuanya. Seiring dengan waktu, masyarakatpun mulai sadar dan ikut berperan dalam melestarikan penyu tersebut.

Baca Juga  Sumbawa Gelar Welcome Ceremony Sambut Diplomat dari 10 Negara
Penangkaran tukik
Penangkaran tukik

Menurut Arie, dari 1000 ekor tukik yang dilepas di lautan kemungkinan yang hidup hanya sebagian kecil. Ia berharap dengan 48 ribu tukik yang telah dilepas, ada 1000 tukik yang selamat dan bisa bertahan menjadi penyu dewasa. “Konservasi ini merupakan program CSR, sebagai bentuk perhatian PTNNT terhadap kelestarian penyu,” pungkasnya. (Jen/SR)

bankntb DPRD DPRD