Lubang Tambang Newmont Minus 240 Meter di Bawah Laut

oleh -72 views

Rangkaian Study Tour Batu Hijau Wartawan Sumbawa (Bagian-3)

Batu Hijau, SR (05/09/2015)

Aktivitas penambangan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) di Batu Hijau, Maluk, Sumbawa Barat, terus berjalan. Setelah mengunjungi pabrik pengolahan mineral (Concentrator) di hari sebelumnya, pada hari kedua ini rombongan wartawan dari Sumbawa bertolak ke Mine Pit—lokasi pusat penambangan. Di tempat ini terdapat satu-satunya lubang tambang (pit). Dan saat ini kegiatan di lubang raksasa berdiameter 2,5 kilometer tersebut sudah sampai pada fase 7 (tahap ketujuh) dengan kedalaman minus 240 meter di bawah permukaan laut.

 

tour newmont lubang 3Sejumlah haul truck hilir mudik mengangkut material tambang dari lubang pit menuju lokasi penimbunan dan sebagiannya langsung ke pabrik pengolahan yang berada di Concentrator. Tampak ratusan karyawan bersemangat beraktivitas meski di tengah teriknya matahari. Suasana ini sangat jelas terlihat dari Look Out Pondok—tempat wartawan mengamati semua kegiatan penambangan dari atas. “Penambangan di Mining ini diawali dari pembukaan lahan dengan kegiatan pengeboran dan peledakan,” kata Budianto, Senior Specialist Mining Compliance PTNNT saat menerima rombongan yang baru saja turun dari bus tambang.

Budianto, Senior Specialist Mining Compliance PTNNT
Budianto, Senior Specialist Mining Compliance PTNNT

Sebelum pengeboran dan peledakan, sambung Budianto, pohon maupun tanah penutup yang ada di kawasan pembukaan lahan tersebut, diselamatkan. Untuk tanah penutupnya ini nantinya akan digunakan bagi kebutuhan reklamasi di akhir kegiatan penambangan maupun selama operasi penambangan berlangsung. “Ketika ada daerah yang materialnya sudah diambil (final) dapat langsung direklamasi. Jadi reklamasi ini tidak sampai menunggu tambang benar-benar habis,” lanjut Budianto. Setelah tanah diselamatkan, proses selanjutnya adalah pengeboran dan peledakan. Cara ini dilakukan karena batuan setempat bersifat keras, dan tidak bisa langsung digali dengan alat gali. Hasil pengeboran itupun disingkronkan dengan data-data eksplorasi sebelum dilakukan eksploitasi, sehingga diketahui jenis-jenis material yang akan digali. “Di sini akan didefinisikan apakah material yang ada memiliki kadar tinggi, rendah maupun yang tidak bernilai ekonomis,” jelas Budianto.

Baca Juga  Pemprov NTB Siap Sukseskan Tancabgas

Batuan yang sudah hancur pasca ledakan, dikeruk menggunakan Shovel berukuran besar. Sekali keruk, Shovel PH 4100 ini mampu menggali 80 ton material yang kemudian diisi ke haul truck berkapasitas angkut 240 ton untuk dibawa ke pabrik pengolahan (Concentrator). Artinya untuk satu haul truck dibutuhkan tiga kali pengerukan material. Haul truck ini mengangkut berdasarkan jenis material. Batuan berkadar rendah diangkut menuju tempat penampungan untuk menunggu giliran pengolahan pada waktu mendatang, sedangkan batuan yang tidak memiliki nilai ekonomis, akan ditempatkan di lokasi Tongo Loka sebagai tempat penimbunan batuan buangan. “Tingkat produksi keseluruhan batuan mencapai 380 ribu ton per hari. Dari jumlah ini, yang dikirim ke Cruiser Konsentrator sekitar 120 ribuan ton. Sisanya ditempatkan di lokasi penimbunan,” ungkap Budianto.

Para jurnalis mengamati lubang pit dari atas ketinggian (Look Out Pondok)
Para jurnalis mengamati lubang pit dari atas ketinggian (Look Out Pondok)

Disinggung soal air tambang yang muncul dari lubang pit, Budianto mengatakan tetap mendapat perhatian, selain untuk kepentingan proses penambangan juga untuk mengantisipasi alirannya menuju lingkungan atau dimanfaatkan masyarakat. Air ini diolah secara tertutup dan dijaga agar tidak keluar dari areal tambang. Air ini akan ditampung di kolam-kolam sementara yang kemudian dipompa menuju Dam Santong I, lalu secara gravitasi akan turun ke Dam Santong 2 dan Santong 3. Khusus air di Santong 3 inilah yang digunakan untuk keperluan pemrosesan guna menetralisir tingkat keasaman airnya. Sejauh ini lubang pit sudah mencapai kedalaman minus 240 meter di bawah permukaan laut dengan diameter 2,5 kilometer. Kegiatan penambangan di lubang pit tersebut sudah sampai pada fase 7 (tahap ketujuh) dan akan terus berlangsung hingga penutupan tambang pada Tahun 2024 mendatang. (Jen/SR)

bankntb DPRD DPRD