Dihantam Ombak, Pengaman Pantai Maluk Rusak Berat

oleh -90 views

PTNNT Usul Relokasi  

Rangkaian Study Tour Batu Hijau Wartawan Sumbawa (Bagian-2)

Taliwang, SR (04/09/2015)

Tanggul pengaman Pantai Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, rusak berat akibat diterjang ombak. Padahal penahan gelombang yang terbuat dari beton dengan anggaran yang dialokasikan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) ini baru saja diperbaiki setelah sempat mengalami kerusakan. Kondisi tersebut mengancam sejumlah rumah makan dan restoran yang berada tidak jauh dari bibir pantai yang keberadaannya mendukung destinasi wisata setempat.

Pantauan SAMAWAREA saat berkunjung ke Pantai Maluk, terlihat beberapa beton berbentuk tabung yang ditempatkan sebagai penahan ombak sudah hancur, sebagiannya tercerai berai. Keadaan tanggul ini tak bisa bertahan lama karena di beberapa bagian yang masih berdiri sudah dalam kondisi retak dan rapuh. “Ini sangat mengkhawatirkan,” kata Alan Ramlan—Pengawas Pantai Maluk saat ini ditemui Kamis kemarin.

Pantauan SAMAWAREA di Pantai Maluk
Pantauan SAMAWAREA di Pantai Maluk

Beton penahan ombak ini ungkap Alan, pertama kali terpasang akhir 2013 lalu, namun sebagiannya hanyut terbawa ombak pada akhir 2014. PTNNT selaku penanggung jawab proyek, telah menanganinya dengan kembali memasang beton tersebut. Namun ombak yang begitu besar membuat beton tersebut tak mampu bertahan. “Sekarang rusak lagi,” ujarnya, seraya berharap agar tidak hanya PTNNT namun pemerintah daerah juga harus memberikan perhatiannya.

Sementara itu General Supervisor Social Responsibility Area Maluk—Jereweh, Abdul Wahid, mengaku tidak ada yang bisa melawan alam. Meski beberapa kali diperbaiki jika diterjang ombak besar secara terus menerus maka apapun itu tidak akan bisa bertahan lama. Karena ini sudah seringkali diperbaiki, manajemen PTNNT menawarkan solusi untuk melakukan relokasi rumah makan untuk mundur ke belakang. “Ini solusi. Dan relokasi ini masih rencana, perlu dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata KSB, di samping mengundang Bappeda untuk melakukan penataan Pantai Maluk secara komprehensif,” katanya.

Baca Juga  DPR Adakan Acara Ekspo Hunian Sementara Peduli Gempa NTB
Abdul Wahid, General Supervisor SR PTNNT
Abdul Wahid, General Supervisor SR PTNNT

Untuk penanganan jangka pendek, lanjut Wahid, pihaknya akan memasang brikade (police line) guna mengantisipasi adanya masyarakat atau pengunjung Pantai Maluk berdiri di atas beton penahan ombak. Sebab kondisi beton tersebut sudah rapuh karena banyak yang rusak dan retak.

Lebih jauh dikatakan Wahid, PTNNT sangat mendukung program pariwisata KSB. Karenanya PTNNT memberikan perhatiannya terhadap keberadaan Pantai Maluk yang merupakan destinasi wisata yang dapat dijual. Setiap liburan akhir pekan, tidak kurang dari 500 hingga 1000 pengunjung di Pantai Maluk. “Ini potensi, karena kemajuan pariwisata dapat menjadi daya ungkit ekonomi masyarakat setempat,” demikian Wahid. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.