Genjot Penyerapan Gabah Petani, Bulog Gandeng TNI/Polri

oleh -8 views

Sumbawa Besar, SR (03/09/2015)

Asisten Teritorial Kodam IX Udayana, Kolonel (Inf) A Yudi Hartono, terjun langsung ke Sumbawa guna memantau dan mengecek sejauhmana penyerapan gabah atau beras. Pengecekan ini dilakukan bersama Kepala Bulog Divre NTB, Sugit Tejo Mulyono. Dalam kesempatan itu kedua pejabat ini menggelar pertemuan dengan para pengusaha gabah di Kodim 1607 Sumbawa, Kamis (3/9). Hadir dalam pertemuan itu Kapolres Sumbawa AKBP Karsiman SIK MM, Kajari Sugeng Hariadi SH MH, Kadis Pertanian Sumbawa Ir Talifuddin, Kadis Pertanian KSB, Husni Sumbawanto, perwakilan Polres KSB serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Ditemui SAMAWAREA, Dandim 1607 Sumbawa, Letkol Inf Agus Supriyanto mengatakan, pertemuan ini untuk mengevaluasi penyerapan gabah oleh pihak Bulog. Untuk memastikannya, hampir semua pengusaha beras dari yang kecil hingga besar dikumpulkan. Para pengusaha ini diminta membuat komitmen bersama agar menyetorkan berasnya ke Bulog guna menyukseskan program swasembada pangan khususnya di Kabupaten Sumbawa. Ia mencontohkan Bali dan NTT yang bukan wilayah dengan basis pertanian mampu memenuhi target. Sementara NTB yang merupakan lumbung padi justru tidak memenuhi target. Inilah yang menjadi tandatannya besar mengapa ini bisa sampai terjadi. Dandim mensinyalir kebutuhan gabah atau beras di Bali dan NTT adalah pengusaha dari Sumbawa. “Kalau dikirim ke Bulog sih gag jadi masalah karena untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Tapi kalau dikirim dari pengusaha ke pengusaha, ini bukan untuk kepentingan nasional melainkan kepentingan pribadi,” tukasnya.

Baca Juga  Duduk di Pos Ronda, Kepala Tertebas Parang

Karena itu dikumpulkannya para pengusaha tersebut untuk diberikan pemahaman betapa pentingnya pemenuhan target di wilayah NTB, khususnya di Kabupaten Sumbawa. “Memang dalam pertemuan tadi ada pengusaha yang puas, ada juga yang tidak puas,” ujarnya.

TNI Gabah 1Untuk menyamakan persepsi diputuskan kesepakatan harga jual beras Rp 8.600 per kilogram yang diikuti dengan tindakan pemantauan ke gudang beras para pengusaha. Pihaknya akan bekerjasama dengan kepolisian untuk melakukan sweeping untuk memastikan ada dan tidaknya pengusaha yang menjual ke luar daerah tanpa sepengetahuan Bulog. “Di sinilah kepekaan TNI dan Polri dalam menyikapi masalah ini,” tukasnya. Melalui upaya ini diharapkan semua pihak dapat mendukung program swasembada pangan dengan memenuhi target NTB sekitar 100 ribu ton.

Kepala Bulog Divre NTB, Sugit Tejo Mulyono mengatakan, Indonesia membutuhkan ketahanan stok pangan yang kuat karena Presiden RI telah komit untuk tidak akan mengimpor beras. Untuk itu, Bulog harus menyediakan stok beras sebanyak 2,5 juta ton.

Pada prinsipnya, saat ini negara melalui Bulog membutuhkan partisipasi aktif dari mitra kerja, demikian dengan kelompok tani dan pabrik penggilingan kecil. “Memang Sumbawa lumbung padi. Tapi para pengusaha dari luar NTB bahkan Pulau Lombok sendiri mengambil beras di Sumbawa. Inilah yang menyebabkan para pengusaha di Sumbawa kehilangan kesempatan,” katanya.

Secara prinsipBulog siap menyerap gabah. Bulog akan membuka gudang untuk menerima gabah atau beras para petani setiap waktu. “Kami harap bantuan semua pihak untuk penyerapan gabah di lapangan, terutama harga yang telah disepakati. Kami juga harap mitra ikut membantu demi ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.