Makin Dewasa, Polwan Diminta Jaga Citra Diri dan Institusi

oleh -3 views

Sumbawa Besar, SR (01/09/2015)

Polisi Wanita atau yang disingkat Polwan kini telah berusia 67 tahun, setelah terbentuk 1948 lalu. Meski inagurasi kegiatannya dipusatkan di Bukit Tinggi, Padang, namun bukan berarti jajaran Polwan di Polres Sumbawa tidak merayakannya. Sederhana nan semarak itulah pemadangan yang tersaji pada acara syukuran HUT Polwan, Selasa (1/9). Kegiatan ini ditandai dengan pemotongan kue dan tumpeng oleh Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM didampingi Ketua Bhayangkari Ny Anna Karsiman yang kemudian potongan tersebut diserahkan kepada IPTU Fatmawarni selaku Polwan tertua dan Bripda Galuh untuk Polwan termuda. Hadir dalam kegiatan ini Kabag Ops AKP Syafruddin, Kabag Sumdah Kompol Syirajuddin Mahmud, Kasat Reskrim IPTU Tri Prasetiyo, Kasatlantas AKP Edy Kornia Sudarma S.Kom, para perwira dan Kapolsek serta segenap anggota.

Dalam arahannya Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM mengatakan keberadaan Polwan mampu mengangkat citra Polri di mata masyarakat. Hal ini mengingat Polwan merupakan symbol humanis Polri. Karena itu Polwan selain ditempatkan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang berada di sejumlah Polsek, juga dapat menjadi humas (PR) yang terjun ke masyarakat. Sebab diakui selama ini pemberitaan baik di media massa maupun di media sosial kerap menyudutkan polisi dengan mengangkat citra buruk meski sedikit, tapi membatasi informasi mengenai prestasi Polri kendati banyak yang telah ditorehkan. “Kalau polisi salah dihajar habis-habisan. Tapi kalau prestasi kerap diabaikan bahkan dianggap wajar,” ucap Kapolres.

Baca Juga  Penggelap Uang dan Motor Tertangkap di Kapal Penyeberangan
Ucapan Selamat Buat Polwan dari Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM
Ucapan Selamat Buat Polwan dari Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM

Meski demikian Kapolres tetap berharap polisi atau Polwan tetap percaya diri dan tetap semangat dengan kondisi tersebut. Laksanakan tugas dengan baik dan maksimal sehingga imej negative tentang polisi di masyarakat sedikit demi sedikit luntur. Kapolres pun mengucapkan selamat HUT Polwan, berharap di usia yang semakin tua menjadi dewasa dan professional dalam bertindak guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Polwan juga diharapkan dapat menjaga tradisi hubungan silaturrahim antar mereka. Tidak ada sekat antara junior dan senior, harus saling menghargai, saling asah dan saling asih. “Semoga semakin kompak, dan makin menjaga citra diri, keluarga dan institusi agar suri tauladan bagi masyarakat.

Sebelumnya IPTU Fatmawarni mewakili Polwan lainnya, mengupas mengenai sejarah keberadaan Polwan. Polwan di Indonesia lahir pada 1 September 1948, berawal dari Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, tatkala Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) menghadapi Agresi Militer Belanda II, dimana terjadinya pengungsian besar-besaran pria, wanita, dan anak-anak meninggalkan rumah mereka untuk menjauhi titik-titik peperangan. Untuk mencegah terjadinya penyusupan, para pengungsi harus diperiksa oleh polisi, namun para pengungsi wanita tidak mau diperiksa apalagi digeledah secara fisik oleh polisi pria. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Indonesia menunjuk SPN (Sekolah Polisi Negara) Bukittinggi untuk membuka “Pendidikan Inspektur Polisi” bagi kaum wanita. Setelah melalui seleksi terpilihlah 6 orang gadis remaja yang semuanya berdarah Minangkabau dan juga berasal dari Ranah Minang yaitu Mariana Saanin Mufti, Nelly Pauna Situmorang, Rosmalina Pramono, Dahniar Sukotjo, Djasmainar Husein, dan Rosnalia Taher.

Baca Juga  Kapolres dan Dandim Bangli Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan TPS

Keenam gadis remaja tersebut secara resmi tanggal 1 September 1948 mulai mengikuti Pendidikan Inspektur Polisi di SPN Bukittinggi. Sejak saat itu dinyatakan lahirlah Polisi Wanita yang akrab dipanggil Polwan. Keenam Polwan angkatan pertama tersebut juga tercatat sebagai wanita ABRI pertama di tanah air yang kini kesemuanya sudah pensiun dengan rata-rata berpangkat Kolonel Polisi (Kombes).  Tugas Polwan di Indonesia terus berkembang tidak hanya menyangkut masalah kejahatan wanita, anak-anak dan remaja, narkotika dan masalah administrasi bahkan berkembang jauh hampir menyamai berbagai tugas polisi prianya. Bahkan di penghujung tahun 1998, sudah lima orang Polwan dipromosikan menduduki jabatan komando (sebagai Kapolsek). Hingga Tahun 1998 sudah 4 orang Polwan dinaikkan pangkatnya menjadi Perwira Tinggi berbintang satu. Kenakalan anak-anak dan remaja, kasus perkelahian antar pelajar yang terus meningkat dan kasus kejahatan wanita yang memprihatinkan dewasa ini adalah tantangan amat serius Korps Polisi Wanita untuk lebih berperan dan membuktikan eksistensinya di tubuh Polri. Hingga saat ini juga sudah ada Polwan yang memegang jabatan sebagai Kapolres. (Jen/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.