Pakai Baju Bersimbol PKI, Orator FKR Ditangkap Polisi

oleh -69 views

Sumbawa Besar, SR (31/08/2015)

Roni Yansyah alias Cempe Sastrawan, Koordinator Aksi Front Keadilan Rakyat (FKR), ditangkap polisi. Pasalnya dalam aksi yang digelar Senin (31/8) siang tadi, Cempe–sapaan  mahasiswa salah satu perguruan tinggi ini, mengenakan baju yang memiliki simbol PKI (Partai Komunis Indonesia). Baju hitam bergambar palu arit tersebut langsung diamankan polisi sebagai barang bukti. Sebelumnya Cempe bersama rekan-rekannya dari gabungan berbagai organisasi seperti RDP, Markas, Formasi, Gerpad dan Jankis menyuarakan tentang melemahnya rupiah atas dollar Amerika. Mereka menilai Presiden Jokowi tidak mampu memimpin negara sehingga rakyat semakin sengsara. Mereka pun mendesak Jokowi—JK turun dari jabatannya.

Cempe saat dijemput Kasat Intelkam Polres Sumbawa AKP Hatta SIP untuk diinterogasi
Cempe saat dijemput Kasat Intelkam Polres Sumbawa AKP Hatta SIP untuk diinterogasi

Selain menuntut distabilkannya rupiah, para pendemo ini meminta agar harga bahan pokok diturunkan, menerapkan kesehatan dan pendidikan gratis serta menolak PHK. Mereka melakukan long march dari Lapangan Pahlawan lalu berorasi di depan Mapolres, berlanjut ke Kantor Bupati Sumbawa. Sebelumnya dalam perjalanan para pengaksi ini sempat bentrok ringan dengan aparat kepolisian. Mereka protes dengan tindakan polisi ketika merampas baju berlogo PKI yang dikenakan salah seorang orator. Setelah menyelesaikan aksi di kantor Bupati, Kasat Intelkam Polres Sumbawa, AKP Hatta S.IP langsung menjemput Cempe untuk diinterogasi.

Para pendemo saat diinterogasi di ruang Kabag Ops Polres Sumbawa
Para pendemo saat diinterogasi di ruang Kabag Ops Polres Sumbawa

Awalnya interogasi berlangsung di ruang Kabag Ops Polres Sumbawa, AKP Syafruddin. Di tempat ini Daviv—juru bicara FKR memberikan klarifikasi bahwa Cempe sebelumnya baru datang dari lokasi KKL langsung ke Posko FKR yang kebetulan siap menggelar aksi. Kebetulan Cempe tidak membawa baju, sehingga mengambil baju yang sebelumnya dijadikan kain pel, untuk dikenakan. Daviv mengaku tidak mengetahui adanya lambang PKI tersebut, karena baju tersebut sudah ada sejak Tahun 2009 lalu. Polisi tidak percaya begitu dengan klarifikasi para aktivis ini. Interogasi lanjutanpun dilakukan di Ruang Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa. Bahkan setelah diinterogasi polisi, Cempe akan dijemput aparat TNI untuk pemeriksaan lebih lanjut di Makodim 1607 Sumbawa.

Baca Juga  Teras ALFAMART Ambruk, Konsumen Histeris

Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Karsiman SIK MM yang dikonfirmasi SAMAWAREA, mengatakan, orator yang mengenakan baju berlambang PKI ini masih diinterogasi guna memastikan apa motivasi mengenakan simbol terlarang itu. “Kita belum tahu apa motivasi dan tujuannya, sekarang masih didalami,” katanya.

Harusnya oknum yang juga berstatus mahasiswa itu, ungkap Kapolres, mengetahui simbol terlarang tersebut karena sejauh ini belum ada pencabutan larangan. “Nanti kalau sudah ada hasil interogasi akan kami sampaikan,” janji Kapolres kepada wartawan . (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.