Tim Pendamping Proyek Pasar Batu Rotok Diperiksa Polisi

oleh -10 views
Pejabat Bappeda Z Arifin M.Si memantau Pengerjaan Pasar

Sumbawa Besar, SR (28/08/2015)

Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa, terus mendalami informasi dan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap dugaan penyimpangan pembangunan Pasar Tradisional Batu Rotok, Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa. Pasar yang selesai dibangun Desember 2014 lalu ini sudah dalam keadaan rusak. Sebagian fisik bangunan hancur. Padahal sejak selesai dibangun belum pernah digunakan. Ada indikasi mutu pengerjaannya yang tidak beres. Untuk mengungkap lebih dalam indikasi ini, sejumlah saksi telah dimintai keterangan termasuk dua anggota tim pemdamping salah satunya Arya Ningsih SP M.Agribus. Giliran anggota tim lainnya yang dimintai keterangan. Adalah Z Arifin S.Pt M.Si yang diperiksa Kamis (27/8) kemarin. Mantan pejabat Bappeda yang telah dimutasi ke Disnakertrans Sumbawa dan sangat akrab dengan insan pers ini dimintai keterangan selama hampir tiga jam.

Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM yang dikonfirmasi kemarin, mengakui adanya pemeriksaan sejumlah anggota tim pendamping. Sebab dari enam orang tim pendamping ini tiga di antaranya termasuk Z Arifin menandatangani berita acara terkait dengan tuntasnya pembangunan Pasar Batu Rotok. Berita acara sekaligus rekomendasi tim inilah yang dijadikan acuan PPK proyek dimaksud untuk mencairkan dana. “Ada tiga anggota tim yang menandatangani berita acara. Selain tim pendamping, ada juga konsultan pengawas. Tapi sejauh ini kami belum meminta konsultan pengawas karena berada dan berkedudukan di Jakarta. Rencananya dalam waktu konsultan ini akan dipanggil,” kata Kapolres.

Baca Juga  Kasus Teror Panah, Polisi Kantongi Identitas Tiga Pelaku

Bagaimana dengan Kepala Bappeda Sumbawa, Ir Iskandar ? Kapolres mengaku juga telah dipanggil dan dimintai keterangan selaku Ketua Tim Pendamping. Namun Ande—panggilan Ketua Bappeda mengaku tidak ikut menandatangani bahkan tidak mengetahui adanya surat dimaksud.

Pejabat Bappeda didampingi kontraktor
Pejabat Bappeda didampingi kontraktor, saat melakukan monitoring pengerjaan pasar Batu Rotok, November 2014 lalu (foto: doc SR)

Seperti diberitakan pembangunan pasar di Desa Batu Rotok Kecamatan Batu Lanteh ini merupakan program Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal yang diluncurkan melalui Kegiatan Percepatan Pembangunan Kawasan Perdesaan Terpadu (P2KPT) atau lebih dikenal dengan program Bedah Desa. Pembangunan Pasar Desa di Batu Rotok ini menghabiskan dana sebesar Rp 548 juta yang pengerjaannya dilakukan CV Lampui Jaya dengan masa pengerjaan 75 hari kalender dari 1 Oktober hingga 14 Desember 2014. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.