Diancam Pisau, Gadis ABG Pasrah Digarap di Sawah

oleh -27 views
ilustrasi

Sumbawa Besar, SR (24/08/2015)

Malang menimpa Pelangi (bukan nama sebenarnya). Gadis ABG ini menjadi korban kebejatan seorang pemuda berinisial OP. Korban diancam pisau dan digarap di lokasi persawahan, wilayah Desa Baru, Kecamatan Moyo Utara, Sumbawa. Kasus dugaan pemerkosaan ini telah dilaporkan ke Polres Sumbawa, Senin (24/8) dan korban telah divisum.

Informasi yang diserap SAMAWAREA menyebutkan, kasus yang terjadi Minggu (23/8) kemarin ini bermula ketika korban yang masih di bawah umur ini dijemput di rumahnya oleh teman wanitanya berinisial RS. Kedua berboncengan sepeda motor menuju Taman Kota samping kantor Bupati Sumbawa. Di tempat itu RS bertemu dengan pacarnya. Di tempat itu juga pacar RS ada bersama temannya berinisial OP. Karena sudah larut malam, korban meminta RS mengantarnya pulang ke rumahnya yang berlokasi di Kelurahan Uma Sima. Namun RS beralasan motornya kehabisan bensin. RS pun meminta bantuan OP mengantar korban pulang.

Karena tidak ada pilihan lain, akhirnya korban bersedia. Dalam perjalanan, OP tidak langsung mengantar korban melainkan mengajak jalan-jalan hingga ke Blok M Kelurahan Seketeng. Korban yang curiga menanyakan kemana dia akan dibawa. OP beralasan ada yang hendak dibelinya. Korban semakin curiga karena OP membelokkan motornya menuju Bukit Permai lalu melaju kencang menuju Desa Baru Kecamatan Moyo Utara. Korban sempat menghubungi pamannya untuk menginformasikan keberadaannya. Sialnya pulsa korban habis sehingga tidak sempat berbicara lama dengan pamannya via telepon. OP terus melajukan kendaraan sambil menenangkan korban bahwa dia tidak akan berbuat macam-macam. Korban sempat berteriak di sepanjang jalan berharap ada yang memperhatikannya. Karena jalanan sepi, OP meluncur tanpa hambatan menuju persawahan desa setempat. Di tempat itu OP memaksa korban berhubungan intim tapi ditolak dengan tegas, terlebih lagi korban sedang datang bulan. OP pun langsung mengeluarkan senjata tajam dan mengancam membunuh korban jika berteriak. Karena ketakutan, korban  pasrah sehingga pemerkosaan itu terjadi. Korban tiba di rumah sekitar pukul 05.00 dinihari setelah diantar oleh kekasih RS. Di rumah korban langsung menceritakan kejadian memilukan tersebut membuat keluarganya murka. “Kami sudah menerima laporannya dan saat ini sedang ditangani penyidik Unit PPA Reserse dan Kriminal,” kata Kapolres Sumbawa melalui Kasubag Humas, IPTU Waluyo.

Baca Juga  Jajal Ai Beling, Sosialisasi MRSF Sambil Berwisata

Korban diakui Waluyo, sudah divisum dan penyidik berencana memanggil saksi-saksi termasuk RS untuk dimintai keterangannya. Selain itu Tim Buser sudah disebar untuk mencari OP yang diduga sebagai pelakunya. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.