Belum Dihibahkan Pusat, Alkes RSUD Sulit Dihapus

oleh -6 views

Sumbawa Besar, SR (24/08/2015)

Bagian Aset Setda Kabupaten Sumbawa telah menurunkan tim untuk menindaklanjuti usulan dari sejumlah SKPD termasuk RSUD Sumbawa terkait penghapusan aset. Tim ini melakukan pengecekan dan penelitian fisik terhadap barang milik daerah (BMD) per kondisi sesuai dengan usulan penggunaan barang. Ini dilakukan sebagai upaya penertiban BMD.

Untuk diketahui ratusan alat dan sarana kesehatan milik RSUD Sumbawa menjadi ‘bangkai’. Alkes tersebut dibiarkan menumpuk tak beraturan di bagian belakang atau di depan Kamar Jenazah. Alat yang sudah tidak terpakai ini tampak semrawut sehingga tak sedap dipandang mata. Tragisnya lagi alkes yang sebelumnya dibeli menggunakan anggaran negara senilai miliaran rupiah ini berada di luar tanpa ada gudang yang aman. Kondisi tersebut berpotensi terjadinya pencurian karena jika dijual masih bernilai ekonomis. “Kami sudah turunkan tim di RSUD untuk mengecek fisik barang yang diusulkan untuk dihapus,” kata Kabag Aset, Varian Bintoro S.Sos yang ditemui SAMAWAREA di ruang kerjanya belum lama ini.

Kabag Aset Setda Sumbawa, Varian Bintoro, S.Sos
Kabag Aset Setda Sumbawa, Varian Bintoro, S.Sos

Hasil pengecekan, sebagian besar alkes tersebut masih milik pusat karena dianggarkan melalui APBN sehingga menjadi kewenangan pusat untuk menghapusnya. Meski demikian, pemerintah daerah dapat melakukan penghapusan asalkan aset tersebut dihibahkan ke daerah sehingga nantinya tidak lagi menjadi kewenangan pusat. Karenanya bagian aset telah meminta RSUD untuk mengurus proses hibah ke pusat agar aset yang ada dapat dihapus baik dengan cara dilelang atau dimusnahkan jika sudah lagi dapat dimanfaatkan.

Baca Juga  International Yacht Rally Sail Moyo Tambora Catat Rekor

Sebelumnya Kabag TU RSUD Sumbawa, H Ahmadi SE mengaku tak bisa berbuat banyak dan terpaksa membiarkan Alkes yang sudah tidak terpakai berada di luar karena memang RSUD tidak memiliki gudang penyimpanan. Terpaksa barang inventarisir yang sudah dalam keadaan rusak atau tidak layak pakai ini dibiarkan di luar dan menumpuk secara tak beraturan. Ia tidak menampik ada beberapa barang yang hilang karena tidak ada petugas khusus yang menjaganya. Barang-barang ini adalah inventaris yang pengadaannya sejak Tahun 1997 lalu, keadaannya sudah tua, rusak, dan menjadi rongsokan serta tidak dapat digunakan lagi. Untuk memperbaikinya sudah tidak memungkinkan lagi karena sparepartnya sudah tidak tersedia, mengingat barang inventaris ini adalah produksi lama. Selain itu alat kesehatan (alkes) sekarang ini sudah canggih dan memiliki kapasitas atau kemampuan yang lebih mumpuni dari alkes sebelumnya. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.