Konsultan Pengawas Rumah Adat Diperiksa Jaksa

oleh -5 views

Sumbawa Besar, SR (22/08/2015)

Setelah Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Drs Mukhlis, diperiksa jaksa, kini giliran konsultan pengawas, Suratman ST. Pemeriksaan terhadap konsultan ini kemarin, untuk mendalami keterangan sejumlah saksi yang telah diperiksa sebelumnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, Sugeng Hariadi SH MH yang ditemui SAMAWAREA, Jumat (21/8), mengatakan keterangan konsultan pengawas ini sangat diperlukan untuk mendalami keterkaitan tersangka YS dengan pihak-pihak lain yang terlibat di dalam proyek pembangunan rumah adat. Selain konsultan pengawas masih ada saksi lain yang akan diperiksa. Dan tidak menutup kemungkinan selain YS, aka nada tersangka baru. “Kemungkinannya tetap ada, tergantung dari hasil pengembangan penyidikan,” ujar Kajari. Disinggung mengenai jadwal pemeriksaan tersangka YS, Kajari mengaku belum dijadwalkan. “Nanti dulu, biar kita dalami keterangan saksi-saksi,” kata Kajari.

Sebelumnya, Kepala Disporabudpar KSB Drs Muhlis yang sempat diwawancarai SAMAWAREA beberapa waktu lalu mengakui ketika proses pembangunan rumah adat itu, ia sudah menjabat sebagai Kepala Dinas Dibudpora KSB sehingga mengetahui tentang bagaimana proyek itu berjalan. Menurutnya progress pekerjaan pembangunan rumah adat ini baru mencapai 5,4 persen, sedangkan uang muka yang sudah diterima rekanan melebihi volume kerjanya. Karena itu kelebihan tersebut harus dikembalikan. Mengingat pekerjaan dinilai tidak sesuai harapan karena ada sejumlah perjanjian yang tidak dapat dipenuhi penyedia jasa (rekanan), pihaknya pun melakukan pemutusan kontrak. Hingga kontrak berakhir, pembangunan rumah adat itu masih belum tuntas. Kemungkinan inilah yang mendorong aparat penegak hukum (kejaksaan) menyelidikan kasus ini sehingga menetapkan seorang tersangka berinisial YS yang menjabat sebagai PPK. Penetapan tersangka ini artinya sudah ada alat bukti yang mengarah pada unsur tindak pidana. “Kita harus taat asas, karena itu proses penyidikan ini harus kita ikuti,” pungkasnya.

Baca Juga  24 Kantong Jenazah Kecelakaan Lion Air Sudah di RS Polri Kramat Jati

Seperti diberitakan, YS ditetapkan sebagai tersangka Proyek Pembangunan Rumah Adat KSB bertepatan dengan puncak HUT Adhiyaksa ke-55, 22 Juli lalu. Penetapan tersangka proyek senilai Rp 2,9 miliar ini karena didukung alat bukti yang mengarah pada adanya unsur tindak pidana korupsi. Kejaksaan memastikan jika tersangka akan lebih dari satu orang dan pengembangan penyidikan masih terus dilakukan. Sebelumnya kejaksaan telah menyita kayu atau bahan bangunan proyek dimaksud. Ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari dokumen yang berhasil disita melalui drama penggeledahan yang dilakukan tim kejaksaan di kantor Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga KSB. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.