Perpanjangan Landasan Pacu Bandara Sultan Kaharuddin Segera Terealisasi

oleh -28 views

Bagian Aset dan Pemilik Lahan Gelar Pertemuan

Sumbawa Besar, SR (21/08/2015)

Sepertinya perluasan bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa akan terealisasi. Khabar yang kian santer, pemerintah pusat melalui Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akan menggelontorkan dana bagi perluasan bandara yang sebelumnya bernama Bandara Brang Biji ini pada Tahun 2016. Salah satu syaratnya Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa menyiapkan atau membebaskan lahan yang terkena dampak bagi perluasan tersebut. Khabar ini semakin mendekati kebenaran, sebab Pemerintah Daerah melalui Bagian Aset telah beberapa kali menggelar pertemuan dengan pemilik lahan yang terkena dampak perluasan bandara. Dan untuk kesekian kalinya pertemuan kembali dilakukan di Kantor Bupati Sumbawa, Jumat (21/8). “Ini pertemuan ketiga kalinya,” kata Kepala Bagian Aset Setda Sumbawa, Varian Bintoro S.Sos yang dikonfirmasi SAMAWAREA di ruang kerjanya, usai sholat Jum’at.

Varian Bintoro S.Sos, Kabag Aset Pemda Sumbawa
Varian Bintoro S.Sos, Kabag Aset Pemda Sumbawa

Pertemuan yang ketiga kalinya ini dibuka secara resmi oleh Sekda Sumbawa, Drs H Rasyidi dan dipimpin Asisten II, Drs H Muhammading. Pertemuan ini dihadiri semua pemilik lahan yang akan dibebaskan. “Pertemuan ini untuk memusyawarahkan bentuk dan besarnya ganti rugi,” ucap Varian—sapaan akrab birokrat ramah ini.

Dalam pertemuan itu bentuknya sudah disepakati yaitu dalam bentuk uang. Namun besarnya sampai sekarang belum menemui titik temu dan sejauh ini negosiasi masih terus dilakukan. Untuk diketahui sebut Varian, luas lahan yang terkena dampak mencapai sekitar 4,5 hektar yang terbagi dalam beberapa bidang tanah. Lahan yang dimiliki sekitar 21 orang masih dalam bentuk persawahan ini dibutuhkan untuk perluasan atau perpanjangan landasan pacu (runway) sekitar 200 meter. Dan rencana perpanjangan landasan ini merupakan bagian dari Memorandum of Unterstanding (MoU) yang ditandatangani Pemda Sumbawa dan Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat. Pemda menyiapkan lahan, sedangkan kementerian menyiapkan anggaran bagi pembangunannya.

Baca Juga  Gelar Leadership Training, FKPS Undang Pelajar NTB, Bali dan Jatim

Dari perhitungan Aprisal—sebuah lembaga independen, lahan yang akan dibebaskan Pemda tersebut senilai Rp 6,1 Milyar dengan asumsi Rp 124 ribu/meter persegi atau 12,4 juta per are. Hasil perhitungan inilah ungkap Varian, yang disampaikan kepada para pemilik lahan. Namun pemilik lahan menilai hasil Aprisal tersebut belum pas, terlalu rendah dibandingkan dengan hasil perhitungan mereka berdasarkan dengan harga pasaran lahan setempat. Meski demikian komunikasi masih akan terus dilakukan dengan pemilik lahan. Pemda akan tetap mengacu pada hasil perhitungan Aprisal, dan tidak mungkin melakukan pembayaran melebihi dari perhitungan dimaksud. Diakui Varian, Pemda Sumbawa telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 2 Milyar untuk pembebasan lahan perluasan bandara. Jika dikaitkan dengan hasil perhitungan Aprisal, berarti masih ada kekurangan Rp 4,5 Milyar yang telah diusulkan pada APBD Perubahan Tahun 2015 ini. “Ini hanya persiapan saja. Ketika sudah ada kesepakatan dengan warga selaku pemilik lahan, kami sudah siap melakukan pembayaran,” demikian Varian.

Seperti diberitakan, Bandara Sultan Kaharuddin Sumbawa telah didarati tiga maskapai yakni Trans Nusa, Wings Air, dan Garuda, dua di antaranya melayani penerbangan setiap hari. Sejauh ini bandara tersebut masih didarati pesawat jenis ATR 72-500 atau ATR 72-600 mengingat panjang landasan pacu yang terbatas. Landasan yang ada hanya 1.650 meter, jika ditambah 200 meter menjadi 1.850 meter, maka Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin bisa didarati tidak hanya jenis ATR namun juga pesawat jenis Boeing. (Jen/SR)

bankntb DPRD DPRD