Rebut Air, Petani Bawang Tertebas Parang

oleh -6 views

Sumbawa Besar, SR (20/08/2015)

Orong Kurang, Desa Muer, Kecamatan Plampang, mendadak ramai, Rabu (19/8) petang. Sebab di lokasi tanam bawang ini baru saja terjadi aksi penganiayaan yang menyebabkan salah seorang petani setempat, Wahidin (29) bersimbah darah. Pria asal Monta Kabupaten Bima ini ditebas Jairin sesama petani yang juga berasal dari daerah yang sama dengan korban. Korban menderita luka robek di kepala bagian belakang, dan hingga kini masih mendapat perawatan medis di Puskesmas Plampang. Sedangkan terduga pelaku masih dalam pencarian pihak kepolisian Polsek Plampang.

Menurut informasi, kasus ini bermula ketika korban dan pelaku sama-sama menanam bawang di lahan yang berdampingan. Untuk menyiram bawangnya, pelaku mengambil air. Karena korban juga membutuhkan air, korban menegur pelaku. Keberatan ditegur, pelaku langsung emosi, seraya mencabut parang lalu menyerang korban. Sekali tebas, parang tajam inipun mendarat di kepala korban.

Kapolsek Plampang, IPTU Sumardi S.Sos yang dihubungi SAMAWAREA tadi malam, mengakui adanya kasus penganiayaan tersebut. Namun korban belum lapor polisi karena masih dalam perawatan medis. Meski demikian pihaknya sudah bergerak mendatangi lokasi kejadian untuk mengumpulkan informasi dan berhasil mengantongi identitas pelaku. Sampai saat ini pelaku masih dalam pencarian diduga kabur setelah melakukan aksinya. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Senin, Tim BPKP Turun Investigasi Talud Patedong

No More Posts Available.

No more pages to load.