Perusahaan Jual Beli Motor Dirampok Kawanan Bercadar

oleh -2 views

Sumbawa Besar, SR (20/08/2015)

Tiga orang karyawan CV Sekawan Jaya tak berkutik setelah kawanan perampok beraksi di kantornya, wilayah Gang Mangga I Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kamis (20/8) dinihari sekitar pukul 03.00 Wita. Selain tangannya diikat dan mulutnya dilakban, ketiga karyawan yakni Zulkarnain, Putra Hamdani dan Nurbaya, dijaga perampok dengan pedang terhunus. Wajah perampok yang diperkirakan berjumlah 5 orang ini sulit dikenali korban, karena wajahnya tertutup cadar. Seluruh benda berharga yang dimiliki korban habis dipelorot para perampok. Mulai dari HP, jam tangan, cincin batu akik, perhiasan emas, uang tunai hingga sepatu, tas dan sandal, dirampas pelaku.

Namun para pelaku gagal membuka tiga buah brangkas besar yang berada di di dalam ruangan lantai bawah. Selain berat, juga untuk membukanya harus menggunakan kode. Brangkas itu hanya bisa digeser beberapa sentimeter. Akibat aksi perampokan ini, para korbannya menderita kerugian sekitar Rp 20 juta.

Zulkarnain, Karyawan CV Sekawan Sejati, salah satu korban perampokan
Zulkarnain, Karyawan CV Sekawan Sejati, salah satu korban perampokan

Ditemui SAMAWAREA, Zulkarnain—salah seorang korban, menuturkan, malam kejadian dia baru saja tidur sekitar pukul 01.00 Wita. Dia tidur bersama Putra Hamdani di kantor yang bergerak dalam usaha jual beli motor, tepatnya di kamar lantai atas. Sedangkan karyawan lainnya, Nurbaya berada di kamar samping. Tanpa diduga, perampok masuk ke kamar yang memang tidak dikunci. Seraya membangunkannya, perampok menempelkan pedang di lehernya. Seketika dia terjaga dan terperanjat sambil memekikkan ucapan “Allahu Akbar”. Perampok memintanya untuk tidak bergerak dan berteriak. Tangannya diikat menggunakan tali nilon biru yang merupakan tali jemuran di bagian belakang kantor. Demikian juga dengan Putra. “Saya melihat di dalam kamar kami ada tiga perampok. Sedangkan dua lainnya berjaga-jaga di luar dan di lantai bawah,” kata Nain—sapaan akrab pria asal Tarusa, Kecamatan Buer ini.

Baca Juga  Cegah Covid, Polres Sumbawa Gelar Lomba Protokol Kesehatan

Perampok mengambil dompetnya berisi uang Rp 1,2 juta, dan tas berisi HP Oppo, jam tangan dan cincin batu akik. Perampok juga merampas uang rekannya, Putra sebesar Rp 2,5 juta, 2 buah HP (Nokia dan Ipad Advance). Jam, gelang akar bahar, sepatu dan sandal milik Putra juga diembat. Selanjutnya perampok memintanya memanggil Nurbaya yang berada di kamar samping. Beberapa kali dipanggil Nurbaya tidak menyahut. Akhirnya para perampok ini mendobrak paksa pintu kamar Nurbaya. Dua cincin di jari Nurbaya dicomot, uang Rp 1,5 juta diambil, dan dua buah HP (Samsung dan BB) dirampas. Hanya anting yang dikenakan yang tidak diambil perampok, setelah Nurbaya memohon.

Ruang Brankas yang sempat dimasuki perampok
Ruang Brankas yang sempat dimasuki perampok

Selanjutnya perampok sempat memukul wajah Putra, karena tidak mengetahui keberadaan brankas saat ditanya. Akhirnya perampok menyeretnya (Nain) ke lantai bawah meminta agar menunjukkan tempat brankas. Setelah mengetahui keberadaan brankas, Nain kembali dibawa naik ke atas dan dikumpulkan menjadi satu dengan Putra dan Nurbaya. “Kami dikumpulkan menjadi satu di kamar Nurbaya, saya dan putra diikat, sedangkan Nurbaya tangannya diikat dan mulutnya dilakban. Kami bertiga ditutup menggunakan handuk agar kami tidak bisa melihat gerak-gerik mereka,” aku Nain.

Korban hanya mendengar perampok berbisik menggunakan bahasa daerah luar Sumbawa. Perampok juga memberi kode suara seperti suara cicak kepada rekan-rekannya, seperti perintah untuk meninggalkan tempat. “Kami hanya mendengar dan tidak berani bergerak sedikit pun. Kami hanya bisa berdoa agar perampok tidak membunuh dan melukai kami,” ucap Nain.

Baca Juga  Polindes Maman Dibobol Maling, Gondol Obat dan Jarum Suntik

Cukup lama Nain dan dua rekannya ini membisu dengan tangan terikat di kamar, dan tidak mengetahui apakah kawanan bercadar itu sudah meninggalkan tempat. Setelah tidak mendengar suara dan memastikan kawanan sudah pergi, barulah mereka saling membantu membuka ikatan tali di tangan. “Saya pun keluar menuju kantor Saptol PP untuk melapor peristiwa yang terjadi. karena melihat petugas itu tidur saya pun menuju rumah bos saya di Jalan Baru,” tutur Nain. Ditemani Bosnya, usai adzan subuh, Nain melaporkan kasus tersebut ke Polres Sumbawa.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, IPTU Tri Prasetiyo mengaku telah menerima laporan tersebut. Bersama timnya langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Diduga kuat pelaku masuk melalui pintu samping kantor lalu menuju dapur selanjutnya ke ruang kantor dan kamar tidur korban. Saat ini kasusnya masih sedang diselidiki dengan mengumpulkan informasi dan berharap menemui petunjuk dalam mengungkap kasus yang meresahkan ini. (Jen/SR)

CAPTIONTim Buser Polres Sumbawa lakukan olah TKP di lokasi perampokan, Kantor CV Sekawan Jaya, Gang Mangga I Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa.

 

bankntb DPRD DPRD