Pasangan K2 Tolak Hasil Pleno Rekapitulasi Dukungan Calon

oleh -28 views

Taliwang, SR (20/8/2015)

Setelah mengetahui hasil pleno rekapitulasi perbaikan dukungan calon perseorangan pada Kamis (20/8), Kusmayadi dan Khairuddin Karim secara resmi mengajukan keberatan dan menolak hasil tersebut dengan bersurat ke Panwas Pilkada Sumbawa Barat.
Surat keberatan dan menolak hasil pleno oleh pasangan yang dikenal dengan sebutan Paket K2 ini, terdiri dari surat bernomor 09/TIMK2/VIII/2015 dengan prihal keberatan terhadap hasil verifikasi faktual tahap I dan II yang dilakukan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Sementara surat lainnya bernomor 10/TIMK2/VIII/2015 memuat prihal penolakan atas hasil Pleno yang terlaksana pada Kamis siang tadi di Hotel IFA Taliwang.

KPU KSB RekapitulasiDalam surat keberatan dan penolakan tersebut, K2 menilai jika hasil verifikasi faktual yang dilakukan PPS sangat merugikan pasangan calon perseorangan dan tidak sejalan dengan peraturan perundang-undangan PKPU nomor 9 dan 12 Tahun 2015, utamanya pasal 23 ayat 3. “Kami menganggap bahwa verifikasi faktual yang dilakukan KPU tidak sesuai prosedur, jadi kami mengajukan keberatan dan menolak hasil pleno hari ini,” kata Kusmayadi didampingi tim penghubungnya di ruang kerja Ketua Panwas Pilkada.

Menurutnya, sesuai aturan, syarat dukungan dinyatakan tidak sah apabila dalam verifikasi faktual ditemukan pendukung yang tidak memberikan dukungan dan pendukung yang tidak diketahui keberadaannya. Dalam prakteknya di lapangan, PPS sebagai perpanjangan tangan KPU dianggap tidak menjalankan tugasnya dengan baik, karena di beberapa tempat ada laporan intimidasi kepada pemberi pendukung. “Apalagi saat verifikasi perbaikan, karena mepetnya waktu, kemungkinan pendukung yang tidak berada di tempat saat verifikasi maka dimasukkan ke dalam daftar tidak memenuhi syarat. Ini sangat memungkinkan dilakukan karena hingga menjelang pleno, PPS maupun KPU tidak berkoordinasi dengan kami akan hal itu,” tutur Kusmayadi.

Baca Juga  500 Orang Hadir di Gema Ramadhan HIPMI NTT Mataram

Sementara itu, Ketua Panwas Pilkada Sumbawa Barat, Unang Silatang, S.Kom, menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti setiap pengaduan dan laporan yang masuk dari seluruh pasangan calon. Untuk laporan K2, diberi waktu selama tiga hari untuk melengkapi sejumlah dokumen apabila yang dilaporkan ingin ditindaklanjuti lebih jauh. “Kami akan bekerja sesuai aturan, dan kepada K2 kami minta kesiapannya bila ingin mensengketakan hal ini,” cetusnya.

Ditemui terpisah, Ketua KPU KSB, Khairuddin SE, memastikan jika pihaknya telah melakukan verifikasi faktual sesuai prosedur. Bahkan sebelum verifikasi tahap dua dimulai, K2 sudah diminta untuk menyiapkan penghubungnya di seluruh desa dan kelurahan. Namun hal itu tidak dilakukan, sehingga pada saat verifikasi faktual berlangsung, PPS dan pihaknya yang ikut terjun ke lapangan sangat kesulitan mencari penghubung K2 saat ditemukan pendukung yang tidak berada di tempat. “Kami mengapresiasi laporan K2, sangat elegan ketimbang harus turun ke jalan. Dan mau tidak mau, suka atau tidak, kami akan ladeni,” tukasnya.

Seperti diketahui, hasil Pleno rakpitulasi perbaikan dukungan calon perseorangan tingkat kabupaten, KPU KSB hanya menemukan sebanyak 11.865 dukungan sah. Dengan ditemukan jumlah dukungan sah tersebut, hampir dipastikan jika paket K2 akan gagal bertarung dalam Pilkada mendatang. Mereka kekurangan 1.537 dukungan dari jumlah minimal dukungan yang harus dipenuhi sebanyak 13.222. (ARDIANTO/KSB)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.