Serapan APBD Sumbawa Triwulan II Capai 37,64 Persen

oleh -4 views

Sumbawa Besar, SR (18/08/2015)

Serapan APBD Kabupaten Sumbawa Tahun 2015 akhir Triwulan II terhitung 31 Juli, mencapai 37,64 persen. Hal ini terungkap pada rapat evaluasi pelaksanaan APBD Kabupaten Sumbawa Triwulan II Tahun 2015 yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Bagian APP dan LPBJP di Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (18/8).

Dalam rapat yang dihadiri Kepala SKPD dan seluruh camat, Kabag APP dan LPBJP, Zulkifli S.Sos melaporkan bahwa rapat evaluasi pelaksanaan APBD merupakan agenda rutin untuk mengevaluasi kinerja serapan anggaran Pemerintah Kabupaten di tiap triwulannya dengan harapan agar pelaksanaan APBD tetap berjalan pada koridor yang telah ditetapkan, serta menghasilkan output yang lebih baik dari tahun–tahun sebelumnya. Diakuinya serapan APBD 2015 terhitung 31 Juli 2015 sebesar 37,64%. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan diperoleh bahwa terjadi perbedaan yang besar antara target APBD dengan realisasinya.

Evaluasi APBD 2015Sementara Wakil Bupati Sumbawa Drs H Arasy Muhkan saat membuka rapat evaluasi ini mengingatkan agar semua pihak tidak hanya pandai belanja tetapi juga harus pandai menginput dana untuk memenuhi pundi–pundi APBD. Adanya jurang pemisah yang sangat besar antara target APBD dengan realisasinya karena sesuatu yang belum matang dan terabaikan untuk diselesaikan. Untuk itu diminta kepada setiap pimpinan SKPD untuk turun melakukan monitoring pelaksanaan proyek di lapangan. Jika terjadi permasalahan agar segera melakukan rapat evaluasi untuk mencari solusi pemecahannya.

Baca Juga  InsyaAllah, Paket Zul-Rohmi Tinggal Dilantik

Disebutkan Wabup, ada tiga hal pokok yang harus diamati dalam menyikapi perbedaan yang sangat jauh antara target dengan realisasi APBD, yaitu persiapan yang kurang matang sehingga ada dokumen yang belum terkumpul. Kemudian di tingkat pelaksanaan ada hal–hal yang belum rampung dan harus dikomunikasikan. Terakhir, proses lelang. Perbedaan yang terlalu besar antara target dengan realisasi APBD menurut Wabup, apabila tidak dikomunikasikan akan menimbulkan masalah. “Yang terpenting adalah bagaimana kita kawal pelaksanaan APBD di tingkat SKPD karena permasalahan yang terjadi di masing–masing SKPD berbeda–beda,” ungkapnya.

Evaluasi APBD 2015 2Semangat ayo kerja bermakna agar tidak lelah menghadapi tantangan yang ada. Satu hal yang perlu dilakukan, harus bekerja dengan baik dan tidak pernah berpuas diri dengan hasil pekerjaan yang dilakukan. “Semangat bisa dipompa apabila ada kemauan dari dalam diri kita sendiri. Dan evaluasi yang dilakukan merupakan tahapan–tahapan untuk mengetahui kekurangan dan mengeliminir kesalahan–kesalahan yang terjadi,” pungkasnya. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.