Jelang JM-Arasy Purna Bhakti, Loyalitas Aparatur Luntur ?

oleh -7 views

Sumbawa Besar, SR (18/08/2015)

Biasanya menjelang berakhirnya masa jabatan bupati dan wakil bupati, aparatur birokrasi mulai mencari tambatan baru. Tidak mengherankan jika sebagian dari mereka sudah tidak loyal terhadap pemimpinnya yang akan purna bhakti, terlebih lagi yang tidak lagi mencalonkan diri. Sikap aparatur ini bisa berdampak terhadap kinerjanya. Karena loyalitas menjadi salah satu tolok ukur kinerja. Ketika loyalitas masih konsisten, maka instruksi dan tugas yang diberikan atasan akan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, bahkan aktivitas kinerja yang tinggi. Sebaliknya ketika loyalitas melemah bahkan luntur, akan menurunkan semangat kerja, dan lebih tragisnya lagi aparatur itu menjadi pembangkang. Apakah ini yang terjadi di masa berakhirnya kepemimpinan Drs H Jamaluddin Malik—Drs H Arasy Muhkan ?

Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik saat diwawancarai SAMAWAREA
Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik saat diwawancarai SAMAWAREA

Ditemui SAMAWAREA usai memimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi, Senin (17/8) kemarin, Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik, menegaskan bahwa sejauh ini rangkaian kerja birokrasi berjalan normal dan tidak berpengaruh dengan berakhirnya masa jabatan dirinya sebagai Bupati maupun jelang Pilkada Sumbawa. Namun JM—sapaan Bupati mengaku tidak terlalu berpikir tentang loyalitas aparaturnya. Yang dinilai saat ini apakah kinerja aparatur itu berjalan dengan baik atau tidak. Ketika tidak berjalan dengan baik karena adanya pelanggaran, tentu ada ketentuan yang mengatur mengenai sanksi yang bakal diterima aparatur tersebut. “Saya tidak ingin mengatakan dia loyal atau tidak yang penting tugasnya berjalan semakin lebih baik dari sebelumnya,” tukas JM.

Baca Juga  Pilkada Sumbawa: PKS Dukung Kader Tapi Tergantung Hasil Survey

Kendati demikian, JM tidak menampik ada satu atau dua orang yang terindikasi membangkang. Orang seperti itu biasanya tidak memiliki kemampuan dan kompetensi tapi angan-angannya terlalu tinggi dan tidak berimbang dengan apa yang dilakukannya sehari-hari. Karena tidak mendapatkan kesempatan lalu menjadi provokator. “Tapi itu tidak berpengaruh karena pegawai di sini ada 8000 orang. Biarin aja. Saya ingatkan juga ketika tindakannya berisiko dan ada konsekwensinya harus jantan untuk menghadapinya,” tukas JM.

Disinggung mengenai sikap netral aparatur menjelang Pilkada ? JM menyatakan telah memerintahkan Wakil Bupati dan Sekda untuk melakukan pembinaan agar PNS dapat menjaga netralitasnya dan tidak terlibat politik praktis. Selain itu sudah ada edaran Menteri Dalam Negeri, edaran Bupati, dan UU kepegawaian yang mengingatkan PNS terhadap tugas dan fungsinya serta sejumlah larangan. Ketika ini dilanggar, sudah pasti ada sanksi yang akan diterima. “Jadi fokuslah dalam bekerja, bersikaplah secara professional dan taat terhadap segala aturan perundang-undangan yang berlaku,” demikian JM. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.