Unik, Nelayan Bungin Upacara HUT RI di Tengah Laut

oleh -2 views

Sumbawa Besar, SR (17/08/2015)

Merayakan HUT Kemerdekaan RI tidak harus di tanah lapang. Seperti yang dilakukan nelayan Pulau Bungin, Kecamatan Alas, yang menggelar upacara HUT Kemerdekaan RI ke-70 secara unik, yakni di tengah laut. Meski demikian proses berjalan lancar dan khidmat. Hadir dalam kesempatan itu Camat Alas, Kapolsek, Danramil dan unsur Muspika lainnya. Untuk terlaksananya upcara ini, panitia menyiapkan sekitar 100 perahu yang masing-masing mengangkut 5—20 orang peserta upacara. Sedangkan para tamu undangan menempati keramba jaring apung milik kelompok nelayan setempat. Pengibar bendera yang terdiri dari 3 orang pelajar melakukan pengibaran bendera dengan cara tak lazim. Mereka mengawali proses pengibaran dengan mendayung sampan kecil menuju lokasi tiang bendera yang telah dimodifikasi sedemikian rupa menggunakan sebuah keramba apung.

upacara apungWarga sekitar yang menyaksikan kegiatan itu terlihat sangat antusias. Ini adalah prosesi bersejarah bagi warga pulau terpadat di dunia ini, sebab selama ini tidak pernah digelar upacara bendera peringatan HUT RI. Artinya, upacara tersebut adalah yang pertama bagi Suku Bajo. Momentum ini juga dianggap sebagai wujud aktualisasi kiprah Suku Bajo di Pulau Bungin khususnya dalam mengisi kemerdekaan negara Republik Indonesia.

upacara apung 1Inspektur Upacara, Sahabuddin Tison dalam amanatnya mengatakan, upacara ini membuktikan bahwa warga Pulau Bungin pernah mencatat sejarah ikut serta dalam mengusir penjajah. Karenanya bendera merah putih harus berkibar di tanah tersebut. Selain itu upacara ini secara tidak langsung mendukung program pemerintah menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Tyson sapaan akrabnya, berpesan agar masyarakat dapat menjaga aset maritim dari serbuan kolektor asing untuk dibawa ke luar negeri. Seperti akuarium terbesar di Dubai, museum Den Haag di Belanda dan Great Barier di Australia. Aset-aset museum itu berasal dari Indonesia  yang dirampas. Untuk menyelematkan aset yang masih tersisa, warga Pulau Bungin mendirikan museum nelayan. Pesan lainnya, Tyson meminta warga Pulau Bungin dapat mempertahankan kearifan lokalnya dalam menjaga ekosistem laut. Hal ini penting karena laut merupakan sumber kehidupan masyarakat. (Jen/SR)

 

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Inovasi Peternakan, KKN PPM UTS Rubah Serading Jadi Debest