Sempat Membantah, Akhirnya Oknum Guru Akui Cabuli Murid

oleh -17 views
Ilustrasi

Sumbawa Besar, SR (15/08/2015)

Bantahan DD (49) Guru PNS yang diduga mencabuli siswanya hanya bertahan beberapa jam. Wali kelas 4 sekolah dasar di sebuah sekolah wilayah Kecamatan Empang ini akhirnya mengakui perbuatannya saat diperiksa penyidik Polsek Empang selama beberapa jam. Sebelumnya DD membantah mencabuli muridnya sebut saja Melati (9) bukan nama sebenarnya, Kamis (13/8) lalu. DD secara tegas menyatakan tidak pernah melakukan perbuatan memalukan tersebut. “Terlapor sudah mengakui mencabuli korban,” kata Kapolsek Empang, IPTU I Gusti Made Suardika saat ditemui SAMAWAREA di Polres Sumbawa, Sabtu (15/8).

Meski demikian ungkap Aji—sapaan akrab perwira bersemet tebal ini, pihaknya belum menetapkannya sebagai tersangka karena masih memerlukan alat bukti tambahan lainnya. Aji juga mengaku telah mengantongi hasil Visum Et Repertum (VER) yang mengindikasikan adanya dugaan pencabulan tersebut. Namun yang didalami saat ini adalah adanya persetubuhan yang dilakukan DD terhadap korban. Jika tidak cukup saksi yang mendukung, rencananya penyidik akan membawa barang bukti berupa cairan sperma yang menempel di celana korban untuk dilakukan tes di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Denpasar Bali. “Ini upaya terakhir yang kita lakukan untuk mendalami indikasi dugaan persetubuhan,” ucap Aji.

Seperti diberitakan korban diduga dicabuli saat salah satu ruang kelas yang dalam keadaan kosong karena siswanya sudah pulang. Korban diimingi uang dan menjadi juara kelas. Namun kasus ini terbongkar ketika korban yang baru pulang sekolah dengan polosnya menceritakan peristiwa yang menimpanya. Tentu saja orang tua korban marah besar. Karena ini aib korban tidak menceritakan kepada keluarga lainnya melainkan melaporkannya kepada pihak kepolisian. Kapolsek setempat bersikap sigap, langsung mengamankan DD. Saat hendak dievakuasi ke Polres Sumbawa, anggota dihadang sekelompok massa di Simpang Lamenta. Akhirnya Polres Sumbawa mengirim bantuan dua pleton personil dari Dalmas dan Brimob.

Baca Juga  Rencana Penyelundupan Mitan Digagalkan Polisi

Belakangan DD yang ditemui SAMAWAREA membantah tuduhan tersebut. Menurut DD, dia tidak punya waktu untuk melakukan perbuatan tak senonoh itu. Bahkan korban pulang lebih awal dari teman-teman sekelasnya, dan selanjutnya DD beranjak ke ruang guru dan bersama guru lainnya pulang pada pukul 14.00 Wita. Disinggung mengenai adanya pengakuan jika korban diiming-imingi menjadi juara kelas, DD meluruskannya. Ia mengatakan, itu bukan iming-iming melainkan motivasi yang diberikan kepada korban selaku siswa yang dinilai memiliki kepandaian melebihi teman sekelasnya. Ketika itu pelajaran Matematika, semua siswa diberikan soal. Selaku wali kelas, DD mengecek satu per satu siswanya yang sedang mengerjakan soal tersebut. Saat berada di samping korban, Ia melihat jawabannya benar. “Di situ saya katakan kalau anak itu bisa meraih juara kelas dan akan diikutkan dalam seleksi MIPA Open yang kebetulan seleksinya diambil dari kelas IV sampai kelas 6,” jelas DD. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.