Pria Pemicu ‘Alas Mencekam’ Jadi Tersangka Pencurian

oleh -6 views

Sumbawa Besar, SR (15/08/2015)

EM akhirnya mengakui perbuatannya telah menyatroni dan menganiaya Nursiah, warga Desa Juran Alas, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Karenanya pria berumur 35 tahun yang sempat membuat Alas mencekam ini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan dan kini telah dititipkan di sel tahanan Polres Sumbawa. “Kami sudah menetapkannya sebagai tersangka untuk diproses lebih lanjut,” kata Kapolsek Alas, Komisaris Polisi (Kompol) Ibrahim yang dihubungi SAMAWAREA tadi malam.

Dalam pemeriksaan polisi, ungkap Ibrahim, tersangka mengaku masuk rumah korban dengan memanfaatkan situasi sepi karena warga setempat sedang menyaksikan lomba gerak jalan dalam memperingati HUT RI, Kamis (13/8) sekitar pukul 14.00 Wita. Kebetulan pintu rumah korban dalam keadaan terbuka membuat tersangka leluasa. Namun aksi tersangka ini kepergok korban. Saat itulah korban dianiaya dengan cara dipukul menggunakan kayu. Korban yang merasa kesakitan berteriak menyebabkan warga berdatangan. Tak ada jalan lain bagi tersangka kecuali mengambil langkah seribu dengan cara naik ke plafon tembus atap, lalu loncat ke rumah samping yang tidak lain adalah milik keluarga korban. Polisi yang datang ke TKP setelah mendapat laporan langsung melakukan penggeledahan. Upaya yang berlangsung selama beberapa jam ini tak membuahkan hasil, karena dugaan bahwa pelaku masih bersembunyi di dalam rumah korban ternyata tidak terbukti. Rupanya tersangka bersembunyi di rumah sebelah yang tidak lain rumah milik keluarga korban. Kebetulan di rumah itu ada dua orang anak korban yang sedang tidur.

Baca Juga  Gelar Operasi Lilin Rinjani, Polres Sumbawa Libatkan 149 Personil

Tersangka kemudian mengendap masuk ke kamar pemilik rumah di tengah polisi dan warga mencarinya. Selepas sholat isya, pemilik rumah curiga karena pintu kamarnya terkunci. Setelah dicek, ternyata ada tersangka. Suasana pun berubah gaduh. Warga yang mengetahui hal itu berdatangan dari segala penjuru. “Kami langsung bersikap karena warga sudah mulai melakukan aksi pelemparan, dan siap untuk menghakimi pelaku,” kata Kapolsek.

Kapolsek Alas, Kompol Ibrahim
Kapolsek Alas, Kompol Ibrahim

Bantuan anggota dari Polsek Rhee, Utan, Buer dan Alas Barat, belum bisa mengimbangi jumlah massa yang kian bertambah. Melihat situasi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan evakuasi, pihaknya meminta bantuan personel dari Polres Sumbawa dan Brimob. Perjalanan dari Sumbawa ke Alas cukup memakan waktu selama hampir dua jam. Untuk menyiasatinya, ungkap Ibrahim, pihaknya merangkul tokoh masyarakat, kepala desa dan camat agar menenangkan massa yang terus merangsek maju. Tak berselang lama, dua pleton pasukan dari Sumbawa tiba, namun kendaraan mereka terhalang masuk ke TKP karena tertutup lautan massa dan ribuan kendaraan yang parkir. Terpaksa pasukan ini berjalan sekitar 1 kilometer dengan menembus blockade massa untuk mengevakuasi tersangka. Proses pun berjalan alot, massa tetap tidak beranjak dari lokasi dan tetap meminta aparat agar menyerahkan tersangka untuk dihakimi. Karena malam kian merambat, evakuasi harus dilakukan. Tersangka yang berada di dalam rumah dikenakan pakaian Brimob untuk penyamaran. Strategi ini awalnya cukup berhasil, tapi belum begitu jauh berjalan meninggalkan TKP, penyamaran itu terungkap karena massa mengenali tersangka yang berseragam aparat ini. Massa bergerak berusaha mengejar pelaku. Tanpa membuang waktu pasukan melarikan tersangka ke bus yang telah siap siaga lalu tancap gas menuju Sumbawa. “Alhamdulillah tidak ada pelemparan saat evakuasi berlangsung. Ini adalah bentuk kesadaran warga kami yang membantu polisi dalam penegakan hukum,” ucap Ibrahim.

Baca Juga  Tindak Korupsi, Kejari Sumbawa Kedepankan Pencegahan

Kapolsek juga menyampaikan penghargaan kepada tokoh masyarakat, aparat desa, kecamatan dan Danramil yang telah berhasil memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga tindakan anarkis tidak sampai terjadi. “Ini wujud kebersamaan dalam menjaga keamanan,” demikian Kompol Ibrahim. (Jen/SR)

 

bankntb DPRD DPRD