Retas Kendala Investasi, Sumbawa Terapkan Pelayanan SPIPISE

oleh -2 views

Sumbawa Besar, SR (13/08/2015)

Pertumbuhan investasi yang berjalan lambat akan berpengaruh terhadap pembangunan suatu daerah. Lambatnya investasi ini bisa disebabkan karena keengganan investor untuk berinvestasi selain tidak mendapat informasi secara utuh mengenai potensi yang dimiliki daerah, juga rumitnya aturan dan minimnya fasilitas yang disediakan pemerintah. “Beberapa kendala mendasar yang dikeluhkan oleh beberapa investor umumnya berkaitan dengan persoalan tanah, kelistrikan, sarana dan prasarana ekspor barang,” ungkap Kepala Badan Penanaman Modal dan Lingkungan Hidup (BPM-LH) Kabupaten Sumbawa, Ir Dirmawan dalam laporannya pada acara Sosialisasi Pelaporan Penanaman Modal kepada Dunia Usaha di Kabupaten Sumbawa yang digelar BPM-LH bekerjasama dengan Bidang Pengendalian Wilayah IV Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia. Kegiatan yang dipusatkan di Wisma Daerah Sumbawa, Kamis (13/8) ini dihadiri Direktur Bidang Pengendalian Wilayah IV dan rombongan, perwakilan Anggota Forkopinda, SKPD terkait, BUMN dan BUMD, para investor dan pelaku dunia usaha.

Untuk meretas permasalahan itu, ungkap Dirmawan, pihaknya menerapkan aplikasi sistem elektronik yang dikenal dengan SPIPISE (Sistem Pelayanan Informasi Perizinan Investasi Secara Elektronik) yang terkoneksi langsung ke BKPM RI maupun BKPM dan PT Provinsi sehingga sangat memudahkan pelayanan kepada investor dalam proses memperoleh informasi dan penerbitan izin prinsip penanaman modal maupun izin usaha.

Sosialisasi Investasi 1Di bagian lain laporannya, Dirmawan menyebutkan sasaran yang ingin dicapai dalam sosialisasi penanaman modal dunia usaha ini selain memperkuat hubungan kemitraan antara pemerintah daerah dengan dunia usaha, juga meningkatkan pemahaman terhadap arah kebijakan penanaman modal, peluang dan tantangan investasi ke depan, serta fasilitasi persoalan dan hambatan yang dihadapi investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga  Jembatan Sempe Nyaris Putus, Tiga Dusun Terancam

Sementara Sekda Sumbawa, Drs H Rasyidi saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, tantangan yang dihadapi ke depan ini semakin besar menyusul pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) awal Tahun 2016. Untuk menghadapinya tentu akan dilakukan segala upaya strategis yang dapat mendukung iklim investasi baik di daerah maupun nasional. Sebagaimana diketahui bahwa MEA merupakan bentuk realisasi bagi tercapainya kesempurnaan integrasi ekonomi di kawasan Asia Tenggara yang diyakini dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh elemen masyarakat. Untuk menjadi perhatian semua pihak, bahwa ada empat hal yang akan menjadi fokus MEA yang dapat dijadikan suatu momentum yang baik untuk Indonesia.

Pertama, negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini akan dijadikan sebuah wilayah kesatuan pasar dan basis produksi. Dengan terciptanya kesatuan pasar dan basis produksi akan membuat arus barang, jasa, investasi, modal dalam jumlah yang besar, dan skilled labour menjadi tidak ada hambatan dari satu negara ke negara lainnya di kawasan Asia Tenggara. Kedua, MEA akan dibentuk sebagai kawasan ekonomi dengan tingkat kompetisi yang tinggi, yang memerlukan suatu kebijakan sehingga tercipta iklim persaingan yang adil. Terdapat perlindungan berupa sistem jaringan dari agen-agen perlindungan konsumen, mencegah terjadinya pelanggaran hak cipta, menciptakan jaringan transportasi yang efisien, aman, dan terintegrasi. Ketiga, MEA akan dijadikan sebagai kawasan yang memiliki perkembangan ekonomi yang merata, dengan memprioritaskan pada usaha kecil menengah (UKM) . Keempat, MEA akan diintegrasikan secara penuh terhadap perekonomian global, dengan membangun sebuah sistem untuk meningkatkan koordinasi terhadap negara-negara anggota. Selain itu, akan ditingkatkan partisipasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara pada jaringan pasokan global melalui pengembangkan paket bantuan teknis kepada negara-negara anggota ASEAN yang kurang berkembang. “Kami atas nama pemerintah Kabupaten Sumbawa juga mengajak sekaligus membuka peluang investasi yang seluas-luasnya kepada saudara untuk berinvestasi di daerah ini sesuai misi ke-empat Kabupaten Sumbawa yaitu mempercepat pengembangan ekonomi daerah berbasis agrobisnis melalui percepatan pembangunan infrastruktur, pengembangan kawasan strategis, penguatan kelembagaan ekonomi lokal dan peningkatan investasi,” paparnya, seraya menyebutkan potensi investasi ini antara lain pariwisata, pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan/kehutanan, dan pertambangan. (Jen/SR)

bankntb DPRD DPRD