Ratusan Persil Tanah Aset Pemda Belum Bersertifikasi

oleh -3 views

Sumbawa Besar, SR (11/08/2015)

Penertiban aset milik daerah terutama aset berupa lahan terus dilakukan Bagian Aset Setda Sumbawa. Sebab masih banyak lahan milik Pemda yang belum bersertifikasi. Ini juga menjadi salah satu temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahwa ada 868 persil tanah Pemda yang belum mengantongi bukti kepemilikan. Kondisi ini berpotensi munculnya permasalahan di kemudian hari. Kabag Aset Setda Sumbawa, Varian Bintoro SH yang dikonfirmasi SAMAWAREA, Selasa (11/8), mengakui hal itu. Untuk penertiban aset berupa lahan ini, pihaknya bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumbawa. Realisasi dari kerjasama ini sebut Varian, Tahun 2014 lalu telah diusulkan 158 persil untuk disertifikasi. Dari jumlah ini, BPN telah menerbitkan sertifikat 99 persil, sebagiannya masih dalam proses. Kemudian Tahun 2015 ini, pihaknya telah menganggarkan dana untuk sertifikasi 148 persil yang diusulkan dalam dua tahap yakni 52 persil dan 96 persil. Usulan ini sedang diproses BPN, dan diperkirakan tahun ini akan tuntas. “Sebenarnya melalui APBD-P kami akan mengusulkan tambahan 100 persil, tapi karena keterbatasan anggaran daerah, rencananya dialihkan untuk diusulkan Tahun 2016 mendatang,” jelas Varian.

Setiap tahunnya usulan sertifikasi lahan aset pemda ini dilakukan secara bertahap. Selain untuk pengamanan aset juga sebagai bentuk pelaksanaan amanat PP 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, dan Permendagri  No. 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Tekhnis Pengelolaan Barang Milik Daerah. Tak hanya itu, penertiban, penataan atau inventarisasi, dan pengamanan aset ini juga untuk mempertahankan opini WTP dan menyongsong WTP IV. “WTP IV ini lebih berat dari raihan WTP sebelumnya, karena system akuntansi pemerintahan berbasis akrual. Tidak hanya mengidentifikasi, inventarisasi dan sertifikasi barang atau aset, tapi juga diharuskan menghitung penyusutan aset selain tanah,” demikian Varian. (Jen/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Revolusi Industri 4.0: Doktrin Barat Ciptakan Pengangguran