Pemda Tolak Permintaan PT Labu Pindah Jalur Jalan Samota

oleh -37 views
Jalan Samota

Sumbawa Besar, SR (11/08/2015)

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa tetap menolak permintaan PT Ladang Artha Buana dan PT Dani Tamalen agar lahan milik mereka yang dilalui jalur jalan Samota dipindahkan ke tempat lain. Penolakan tersebut disampaikan Pemda dalam rapat yang digelar di ruang Asisten I Sekda Sumbawa belum lama ini. Rapat yang dipimpin Asisten setempat, Dr H Muhammad Ikhsan M.Pd ini dihadiri tim supervisi Pemda, panitia pengadaan tanah, Satker, dan perwakilan perusahaan yang didampingi kuasa hukumnya. “Pemda tetap akan melaksanakan pembangunan jalan Samota itu melalui lahan milik perusahaan yang berlokasi di wilayah Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara,” kata Kabag Aset Setda Sumbawa, Varian Bintoro S.Sos yang ditemui SAMAWAREA di ruang kerjanya, Selasa (11/8).

Varian Bintoro S.Sos, Kabag Aset Pemda Sumbawa
Varian Bintoro S.Sos, Kabag Aset Pemda Sumbawa

Dalam rapat itu ungkap Varian—akrab mantan Camat Moyo Hilir ini disapa, Pemda hanya menyerahkan surat kepada pihak perusahaan yang intinya berisi bahwa Pemda tidak bisa merubah jalur ke lahan lain karena tahapan perencanaan sudah selesai dan saat ini tahap pelaksanaan termasuk pembayaran ganti rugi. Pada prinsipnya ungkap Varian, perusahaan sangat mendukung program pembangunan tersebut. Sikap pemda ini akan dilaporkan ke owner perusahaan dan hasilnya nanti akan disampaikan kembali pada rapat lanjutan yang akan digelar 18 Agustus mendatang. Jika dalam pertemuan nanti tidak menemui solusi, maka pembayaran ganti rugi lahan milik perusahaan sekitar Rp 4,8 miliar akan dititipkan di Pengadilan Negeri Sumbawa, dan pelaksanaan kegiatan pembangunan jalan di lahan tersebut terus berjalan.

Baca Juga  Miris, Pelaku Jambret di Surabaya Banyak Di bawah Umur

Untuk diketahui, PT Labu (Ladang Artha Buana) dan PT Dani Tamalen memiliki luas lahan dengan status hak guna usaha (HGU) mencapai 1.170 hektar. Dari luas tersebut 12,6 hektar terkena dampak pembangunan jalan Samota dengan ganti rugi berdasarkan perhitungan Aprisal sebesar Rp 4,8 miliar. Sejauh ini Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa telah menyelesaikan pembebasan lahan bagi pembangunan jalan lingkar Samota (Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Tambora) sekitar 85 persen. Dari 210 pemilik lahan yang terkena dampak, sebagian besar pembayarannya telah dituntaskan sesuai dengan hasil perhitungan Aprisal—lembaga independen yang ditunjuk pemerintah. Bahkan hingga kini pembayaran masih terus berlangsung. Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan Samota sepanjang 24 kilometer tersebut diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp 31 miliar lebih sesuai hasil perhitungan Aprisal. Sementara anggaran yang tersedia dari alokasi APBD 2015 hanya Rp 24,6 M. Namun dari hasil kalkulasi yang dibayarkan secara tunai kepada masyarakat sekitar Rp 26,5 miliar, karena dikurangi Rp 4 miliar lebih yang merupakan nilai lahan aset Pemda yang berada di sepanjang alur Samota. Artinya, masih terjadi kekurangan anggaran dalam pembebasan lahan Samota. Karenanya Bagian Aset mengusulkan tambahan dana ini melalui APBD-Perubahan sebesar Rp 2,5 miliar. (Jen/SR)

bankntb DPRD DPRD