Ketua UPK PNPM Empang Ditahan Jaksa

oleh -11 views

Sumbawa Besar, SR (11/08/2015)

Ketua Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) PNPM Kecamatan Empang, CF resmi ditahan Tim Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sumbawa, Selasa (11/8). Penahanan ini dilakukan setelah wanita yang cukup lama ditetapkan sebagai tersangka menjalani pemeriksaan selama hampir 7 jam sejak pukul 10.00 Wita hingga 16.30 Wita. Dalam pemeriksaan di ruang Kasi Pidsus ini, tersangka yang didampingi pengacaranya, Sobaruddin SH menjawab puluhan pertanyaan yang diajukan penyidik kejaksaan. Selanjutnya tersangka yang dikawal Kasi Pidsus Iwan Kurniawan SH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Isya Anshori SH dan staf Pidsus, Dicky SH langsung digiring ke mobil tahanan untuk dititip-inapkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Sumbawa Besar. Sebelumnya kejaksaan sudah menetapkan Bendahara PNPM Empang Heny Ariesandy sebagai tersangka. Heny telah berstatus terdakwa dan proses hukumnya tinggal menunggu putusan Kasasi dari Mahkamah Agung (MA).

Kasi Pidsus Kejaksaan Sumbawa, Iwan kurniawan SH
Kasi Pidsus Kejaksaan Sumbawa, Iwan kurniawan SH

Kajari Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasi Pidsus, Iwan Kurniawan SH yang dikonfirmasi SAMAWAREA menyatakan tersangka akan menjalani penahanan selama 20 hari ke depan. Penahanan ini dilakukan untuk kepentingan penyidikan. Hal tersebut dilakukan karena khawatir tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan melakukan perbuatan yang sama.

Meski telah ditahan, ungkap Iwan—sapaan singkat jaksa muda ini, tersangka masih akan diperiksa untuk pengembangan penyidikan, di samping sejumlah saksi lainnya. Dan tersangka juga berencana akan mengajukan saksi yang meringankan. Mengenai kemungkinan adanya tersangka lain, Iwan tidak mengiyakan atau membantah. “Kita lihat saja nanti,” cetusnya.

Baca Juga  Operasi Zebra, Polisi Tangkap Begal Bersenjata Api

Sementara Pengacara Tersangka, Sobaruddin SH mengatakan, pemeriksaan terhadap kliennya sudah yang kedua kalinya. Ia memahami dan tidak bisa melakukan intervensi ketika jaksa melakukan penahanan terhadap tersangka. Dan penahanan ini dilakukan untuk memperlancar proses penyidikan sebagaimana yang telah dilakukan terhadap Bendahara UPK, Heny Ariesandy . Namun jika keluarga tersangka berkehendak untuk mengajukan penangguhan penahanan, ia siap mengupayakannya. “Penahanan ini selama 20 hari ke depan terhitung dari 11 Agustus hingga 30 Agustus mendatang,” demikian Obe, panggilan akrab pengacara low profil ini. (Jen/SR)

CAPTION: Ketua UPK PNPM Empang, CF saat diperiksa di ruang Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sumbawa.

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.