Pelunasan Maju pada Bank BRI Mengacu pada Ketentuan BI

oleh -5.114 views
bankntb

SUMBAWABESAR, SR (10/08/2015)

Pimpinan BRI Cabang Sumbawa, Anis Abdul Hakim, mengatakan bahwa aturan mengenai ketentuan pelunasan maju untuk kredit dengan perhitungan bunga flat yang berlaku untuk nasabah di seluruh Indonesia, berlaku sejak 1 Oktober 2013 lalu. Diberlakukannya ketentuan pelunasan maju ini kata Anis—akrab pria ramah ini disapa, mengacu pada ketentuan Bank Indonesia bahwa pencatatan akuntansi harus sesuai dengan PSAK (Pedoman Standar Akuntansi Keuangan) 50/55. “Aturan ini juga berlaku untuk seluruh bank di Indonesia,” jelasnya saat menerima perwakilan Aliansi LSM Pemerhati Kebijakan yang menggelar aksi demo di Kantor BRI Sumbawa, Senin (10/8).

Secara ilustrasi, Ia memberikan contoh kasus, nasabah A memiliki pinjaman sebesar Rp 100 juta jangka waktu pinjaman selama 36 bulan (3 tahun) dengan suku bunga yang berlaku 1 persen flat per bulan atau 12 persen per tahun. Cicilan per bulan yang dibayar oleh nasabah sebesar Rp 3.777.778 dengan rincian angsuran pokok sebesar Rp 2.777.778 dan angsuran bunga Rp 1 juta. Sebelum dan sesudah diberlakukannya kebijakan ini angsuran per bulannya sama. Hanya bedanya terletak pada pencatatan jumlah angsuran pokok dan jumlah angsuran bunga, tapi jika dikalkulasikan totalnya sama yakni Rp 3.777.778. Perbedaan inilah yang disebut rekalkulasi. Jika nasabah melakukan pelunasan maju di tengah masa pinjaman maka akan terjadi rekalkulasi atau perhitungan ulang. Misalnya, jika nasabah melakukan pelunasan maju di bulan ke 25 total angsuran bunga yang dibayarkan kepada bank adalah sebesar Rp 25 juta, sedangkan menurut PSAK 50/55, bunga yang seharusnya tercatat adalah Rp 31.912.553, sehingga dari perhitungan tersebut terdapat kekurangan bunga yang harus dibayarkan nasabah. “Kekurangan bunga yang harus dibayar nasabah ini saat pelunasan sebesar Rp 6.912.553. Jadi jika nasabah itu akan melakukan pelunasan maju biaya yang harus dikeluarkan yaitu sisa pokok pinjaman sebesar Rp 30.555.556 ditambah dengan kekurangan bunga atau rekalkulasi Rp 6.912.553, sehingga pelunasan maju yang harus dibayar mencapai 37.468.109. Perhitungan kembali ini dilakukan oleh system BRI,” paparnya.

Baca Juga  Tingkatkan Kesejahteraan Desa, FEB UTS Gandeng BI dan OJK

Perhitungan rekalkulasi bunga ini tambahnya, menggunakan kurva gunung. Ketika pelunasan maju dilakukan dari bulan-bulan awal atau akhir, rekalkulasi bunganya semakin kecil. Tapi ketika semakin ke tengah (dimisalkan puncak gunung), maka rekalkulasinya semakin besar. Namun ketika dilunasi secara normal sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan misalnya 36 bulan, tidak ada perbedaan ada dan tidaknya kebijakan baru itu karena jumlah total akhirnya yang dibayar tetap sama.

Kacab BRI Sumbawa Anis Abdul Hakim memberikan penjelasan kepada para LSM
Kacab BRI Sumbawa Anis Abdul Hakim memberikan penjelasan kepada para LSM

Di bagian lain Anis membantah pihaknya tidak transparan soal cara perhitungan rekalkulasi bunga sebagaimana keluhan nasabah. Persoalan ini sudah disampaikan sebelum dilakukan akad kredit antara nasabah dan BRI. Namun demikian ketika ada masyarakat terutama debitur yang ingin mendapat penjelasan pihaknya bersedia siap melayani di setiap kesempatan, sehingga debitur memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai kebijakan tersebut. “Kami siap mengundang nasabah yang mengeluhkan masalah ini atau yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai produk maupun kebijakan yang diterapkan BRI agar mendapat penjelasan secara utuh,” pungkasnya. (Jen/SR)

iklan bapenda