Cegah Narkoba dan HIV/AIDS, Ratusan Waitress Cafe Diberikan Penyuluhan

oleh -2 views

Sumbawa Besar, SR (09/08/2015)

Sumbawa kini telah menjadi daerah peredaran narkoba. Sudah banyak pengguna dan pengedar narkoba dari semua strata yang tertangkap dan kini menjalani hukuman penjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Untuk memberantasnya menjadi tugas bersama dan harus mendapat dukungan semua pihak. Hal inilah yang menjadi motivasi bagi jajaran Polres Sumbawa khususnya Satuan Reserse Narkoba bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Sumbawa menggelar penyuluhan hukum tentang Bahaya Narkoba di tempat hiburan wilayah Sampar Maras, Kecamatan Badas, Sumbawa, Minggu (9/8). Ratusan waitress dan pekerja café setempat antusias mengikuti penyuluhan tersebut. Mereka diberikan pemahaman jenis-jenis narkoba dan bahaya penggunaannya. Selain itu juga diberikan pembinaan tentang bahaya penyebaran HIV/AIDS

Kasat Reserse Narkoba Polres Sumbawa, IPTU Totok Suharyanto SH yang ditemui SAMAWAREA usai kegiatan, menjelaskan, penyuluhan ini merupakan salah satu program jajarannya sebagai langkah preentif dan preventif untuk meminimalisir penggunaan dan penyebaran narkoba di wilayah hukum Polres Sumbawa, selain melakukan tindakan (represif). Dengan penyuluhan ini Ia berharap seluruh lapisan masyarakat dapat mengetahui dampak negative narkoba, sehingga dihindari dan hidup sehat tanpa narkoba. “Penyuluhan yang kami lakukan ini atas permintaan Satgas Sampar Maras. Kami menilai kegiatan ini sangat penting sehingga bersama Dikes turun langsung memberikan pemahaman,” ujarnya.

Kasi Farmasi Makanan dan Minuman Dikes Sumbawa, Fatimah S.Sos, berharap, melalui kegiatan ini para pekerja di Sampar Maras memiliki pemahaman dan informasi mengenai bahaya narkoba dan HIV/AIDS, sehingga dapat terhindar dari dampak negatifnya. “Jadi tidak cukup dengan penyuluhan narkoba saja, harus juga ditunjang dengan kesehatan para pekerjanya,” katanya.

Baca Juga  Kasus Pengrusakan di DPRD Ditangani Secara Profesional

Penyebaran informasi melalui penyuluhan ini merupakan upaya pencegahan. Kedepannya, pihak Asosiasi dan Satgas Sampar Maras diharapkan melakukan pemeriksaan rutin kepada pekerjanya. “Ini akan kami usulkan ke dinas agar ada pemeriksaan kesehatan melalui tes urine atau pemeriksaan darah, agar ada pencegahan dini terhadap penggunaan narkoba maupun penyebaran HIV/AIDS,”  ucapnya.

Di tempat yang sama Perwakilan Asosiasi dan Satgas Sampar Maras, Ahyaruddin mengatakan penyuluhan ini sangat positif karena pihaknya sangat membutuhkan informasi agar ada tindakan pencegahan. “Ini penting tidak hanya bagi diri kita sendiri tapi juga orang lain,” cetusnya.

Ia mengharapkan kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan sehingga karyawan dan para pekerja setempat menjadi masyarakat yang sehat, bebas narkoba dan HIV/AIDS. “Untuk mencegah khususnya penggunaan narkoba, kami selalu menggelar pertemuan rutin sekali dalam sebulan untuk terus mengingatkan kepada karyawan agar tidak mengkonsumsi atau mengedarkan narkoba,” tandasnya. (Jen/SR)

 

bankntb DPRD DPRD