Sempat Mangkir, Kadis Dikpora KSB Akhirnya Datangi Kejaksaan

oleh -13 views

Sumbawa Besar, SR (07/08/2015)

Kepala Dinas Dikbudpora KSB, Drs Mukhlis sepertinya tidak ingin mendapat panggilan kedua dari Kejaksaan Negeri Sumbawa setelah sempat mangkir dari panggilan pertama, Kamis (6/8) kemarin. Karenanya Jumat (7/8) pagi, pejabat tersebut datang ke Kantor Kejaksaan menyatakan kesediaannya untuk diperiksa Tim Pidana Khusus (Pidsus) terkait dugaan penyimpangan Proyek Pembangunan Rumah Adat KSB. dalam kasus ini kejaksaan telah menetapkan seorang tersangka berinisial YS yang bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Didampingi kerabatnya, Mukhlis—demikian Kadis ini disapa, tiba di kantor kejaksaan sekitar pukul 09.30 Wita. Sementara Kasi Pidsus yang tidak menyangka kedatangan pejabat itu langsung mempersiapkan tempat dan tim, agar pemeriksaan segera dilakukan.

Kadis Dikbubpora KSB, Drs Mukhlis yang ditemui SAMAWAREA sebelum diperiksa, mengaku tidak mengetahui adanya panggilan jaksa, karena ketika itu berada di luar daerah dalam rangka tugas dinas. Ketika balik dan masuk kantor Kamis kemarin, barulah panggilan itu disodorkan stafnya. “Saat itu sudah siang dan tidak memungkinkan saya ke Sumbawa untuk mendatangi kantor kejaksaan,” akunya.

Ia pun langsung menghubungi Kasi Intel Kejaksaan untuk menginformasikan akan datang esok harinya (Jumat hari ini). “Ini bukan disengaja, tapi benar-benar saya baru tahu ada surat masuk yang ternyata surat panggilan dari kejaksaan,” ujarnya.

Mukhlis menyampaikan terima kasih kepada tim kejaksaan yang bersedia menerimanya untuk diperiksa meski sudah melewati jadwal sebagaimana panggilan pertama kemarin. Dan dengan kehadirannya ini, berarti dia sudah dua kali diperiksa kejaksaan karena sebelumnya pernah dilakukan saat tahap penyelidikan.

Baca Juga  Cemburu Berat, Pria ini Bacok Pacar Mantan Istrinya

Kajari Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Iwan Kurniawan SH mengaku memaklumi hal tersebut dan akan siap untuk melakukan pemeriksaan. Sebelumnya Kadis ini akan diperiksa Kamis kemarin bersama dua orang rekanan peserta tender pembangunan rumah adat KSB. Namun ketiganya tidak hadir dan berencana akan melayangkan surat panggilan kedua. “Sekarang Pak Kadisnya yang datang, dua rekanan sampai sekarang belum ada kejelasan dan akan kami panggil kembali,” tandasnya.

Seperti diberitakan anggaran Proyek Pembangunan Rumah Adat KSB ini mencapai Rp 2,9 miliar yang dialokasikan melalui APBD 2014. Melalui proses tender, CV Agung Sembada ditunjuk sebagai pemenang. CV Agung merupakan perusahaan asal Tuban, Jawa Timur. Dalam perjalanannya, rekanan ini tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya sehingga dilakukan pemutusan kontrak. Dari penyelidikan kejaksaan, menetapkan seorang tersangka yang merupakan pejabat Dinas Dikbubpora KSB berinisial YY selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.