Kompak, Kepala Dikpora KSB dan Dua Rekanan Mangkir dari Panggilan Jaksa

oleh -2 views

Kasus Proyek Pembangunan Rumah Adat KSB

Sumbawa Besar, SR (06/08/2015)

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Mukhlis dan dua rekanan peserta tender Proyek Pembangunan Rumah Adat, sepertinya kompak. Ketiganya tidak hadir memenuhi panggilan Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Sumbawa. Rencananya ketiga orang yang akan diperiksa sebagai saksi ini akan dimintai keterangannya, Rabu (5/8) kemarin, namun hingga berakhirnya jam kantor, mereka tak terlihat batang hidungnya.

Kajari Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasi Pidsus, Iwan Kurniawan SH, Kamis, mengakui ketidakhadiran tiga orang saksi ini. mereka adalah Kadis Dikpora KSB dan dua orang rekanan yang saat itu menjadi peserta tender proyek yang kini bermasalah. “Mereka tidak hadir tanpa alasan yang jelas,” aku Iwan—sapaan singkat jaksa ramah ini.

Sebelumnya diakui Iwan, ketiganya sudah pernah diperiksa saat kasus ini masih dalam tahap puldata dan penyelidikan (lidik). Mereka akan diperiksa kembali ketika prosesnya sudah dalam tahap penyidikan (dik). Untuk mendapat keterangan ketiganya, lanjut Iwan, panggilan akan kembali dilayangkan agar dapat hadir pada Rabu pekan depan.

Bagaimana dengan rekanan pemenang tender yakni Direktur CV Agung Sembada ? Iwan menyatakan akan mendapat giliran panggilan selanjutnya. Demikian dengan pemanggilan tersangka berisial YS—oknum pejabat Dikpora akan dijadwalkan kemudian. “Pemanggilan ini dilakukan secara bertahap. Khusus pemanggilan tersangka masih belum dijadwalkan, tapi pasti dipanggil,” tandasnya.

Baca Juga  Tim Gakkum Gencar Razia Masker, Toko dan SPBU Habis Disasar

Untuk diketahui, YY ditetapkan sebagai tersangka Proyek Pembangunan Rumah Adat KSB bertepatan dengan puncak HUT Adhiyaksa ke-55, 22 Juli lalu. Penetapan tersangka proyek senilai Rp 2,9 miliar ini karena didukung alat bukti yang mengarah pada adanya unsur tindak pidana korupsi. Kejaksaan memastikan jika tersangka akan lebih dari satu orang dan pengembangan penyidikan terus dilakukan. Sebelumnya kejaksaan telah menyita kayu atau bahan bangunan proyek dimaksud. Ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari dokumen yang berhasil disita melalui drama penggeledahan yang dilakukan tim kejaksaan di kantor Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga KSB.

Seperti diberitakan anggaran Proyek Pembangunan Rumah Adat KSB ini mencapai Rp 2,9 miliar yang dialokasikan melalui APBD 2014. Melalui proses tender, CV Agung Sembada ditunjuk sebagai pemenang. CV Agung merupakan perusahaan asal Tuban, Jawa Timur. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.