Setelah Satu Tersangka, Polres KSB Bidik 3 Calon Tersangka

oleh -5 views

Dugaan Korupsi Honorarium Perangkat Desa

Taliwang, SR (04/08/2015)

Polres Sumbawa Barat terus mengembangkan penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Honorarium Perangkat Desa di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Setelah menetapkan seorang tersangka dan kini dalam proses persidangan, penyidik setempat membidik sedikitnya tiga calon tersangka lainnya. “Sekitar dua dan tiga tersangka lagi yang akan kami tetapkan,” kata Kapolres KSB, AKBP Teddy Suhendriyawan Syarif saat ditemui SAMAWAREA di Polres Sumbawa saat menerima kunjungan Tim Itwasum Mabes Polri, kemarin.

Kapolres KSB, AKBP Teddy Suhendyawan Syarief
Kapolres KSB, AKBP Teddy Suhendyawan Syarief

Calon tersangka ini sebut Kapolres low profil ini, berasal dari kalangan pejabat di Pemda KSB, dan sejauh ini keterangan saksi masih didalami. Mengenai modus yang dilakukan tersangka dan calon tersangka, ungkapnya, adalah dengan merekayasa data untuk penyerapan anggaran yang ada. Selain itu dana yang diberikan kepada para kepala desa dan lurah se-KSB tidak sesuai dengan besaran yang tertera dalam dokumen.

Untuk diketahui, Polres KSB telah menetapkan Hendra Perdana Surya sebagai tersangka dalam kasus ini. Tersangka yang sudah berstatus terdakwa saat ini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Mataram dengan agenda penyampaikan duplik atas replik yang diajukan terdakwa Hendra. Sebelumnya JPU menuntut terdakwa selama 6 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subside 8 bulan kurungan. Selain itu terdakwa dibebankan uang pengganti Rp 681,8 juta. Jika terdakwa tidak sanggup membayar uang pengganti maka akan diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan. Terdakwa diduga memalsukan tandatangan penerima honororium program bedah rumah dari Kementerian Perumahan Swadaya Masyarakat bekerjasama Pemda KSB dan PTNNT.

Baca Juga  Lima Pegawai Kementerian ESDM Diperiksa Polisi

Kemudian tandatangan ini disalin sebagai penerima uang. Honor yang diterima oleh perangkat dan kepala desa serta lurah tidak sesuai dengan ketentuan. Seharusnya honor diserahkan oleh bendahara kepada kepala desa, namun praktekmnya terdakwa yang menyerahkannya langsung.  (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.