Bertambah, Mahasiswa FTB UTS Penerima Beasiswa Riset di Jepang 

oleh -3 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (02/08/2015)

Indah Nurulita menjadi salah satu mahasiswa Fakultas Teknobiologi (FTB) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) berikutnya yang terpilih sebagai kandidat penerima beasiswa dari Pemerintah Jepang. Putri pasangan Arifin Muhammad (Alm)–Aida Damhuji S.Pd ini, akan melakukan riset selama tiga bulan di National Institute of Material Science (NIMS) Tsukuba–Jepang, salah satu laboratorium terbesar dunia pada November mendatang. Rencananya Indah berangkat bersama Cindy Suci Ananda—rekan sefakultasnya yang terpilih sebelumnya pada seleksi awal Tahun 2015 lalu. Biasanya setiap tahun Pemerintah Jepang memberikan beasiswa hanya kepada satu orang mahasiswa melalui seleksi yang super ketat. Seperti Tahun 2014 lalu, beasiswa tersebut diberikan kepada Fahmi Dwilaksono, juga mahasiswa FTB UTS. Pihak laboratorium NIMS Jepang sangat puas dengan kinerja Fahmi, sehingga menjadi tolok ukur bagi mereka untuk kembali memberikan beasiswa yang sama kepada mahasiswa UTS lainnya. Bahkan Tahun 2015 ini, NIMS Tsukuba Jepang memberikan beasiswa kepada dua orang mahasiswa sekaligus.

Sebenarnya harapan Indah untuk menjadi kandidat penerima beasiswa pada Tahun 2015 ini pupus. Indah rencananya akan mengikuti seleksi kembali pada Tahun 2016. Sebab untuk jatah Tahun 2015 sudah diraih Cindy Suci Ananda teman se fakultasnya. Di luar dugaan, pihak NIMS Tsukuba Jepang kembali membuka kesempatan tersebut karena pada tahun ini akan menerima dua orang mahasiswa untuk melakukan riset di laboratorium dunia itu. Seleksi pun digelar. Dari sejumlah mahasiswa UTS yang mengikutinya, Indah berhasil menjadi yang terbaik.

Kemujuran selalu menghinggapi mahasiswi kelahiran Sumbawa Besar, 28 Maret 1995 ini. Sebelumnya pada seleksi masuk Tim Sumbawagen UTS yang mewakili Indonesia mengikuti kompetisi dunia, International Genetically Engineered Machine (iGEM) yang digelar di Boston Amerika Serikat 27 Oktober—5 November 2014 lalu, Indah tidak berhasil lolos. Hanya 7 orang rekannya yakni Cindy Suci Ananda, Adelia Elviantari, Fahmi Dwi Laksono, Muhammad Isro Alfajri, Rian Adinata, Yulianti, dan Muhammad Al-Azhar yang akan bertolak ke Amerika mewakili Indonesia. Namun menjelang keberangkatan, Dekan FTB saat itu Dr Arief Budi Witarto (sekarang Rektor UTS) memasukkan nama Indah Nurulita untuk memperkuat Tim Sumbawagen di kompetisi tersebut karena melihat potensi dan kemampuannya. Dengan 8 orang pasukan termasuk Indah dan didampingi dua orang dosen, Sausan Nafisah dan Maya Fitriana, Tim Sumbawagen berhasil meraih empat penghargaan dunia pada kompetisi pengembangan prototype organisme berbasis synthetic biology yang diikuti 250 tim dari 31 negara di dunia termasuk Jepang, Amerika, Inggris, Jerman, Italia, Turki, dan negara lain di Eropa.

Baca Juga  Belajar Langsung di Lapangan, Mahasiswa IISBUD Temui Para Kades

Ditemui SAMAWAREA, Indah mengaku kaget sekaligus bahagia setelah mengetahui namanya keluar sebagai kandidat peraih beasiswa untuk mengikuti riset ke Jepang. Menurutnya ini sangat dramatis karena harapan untuk menjadi kandidat pada Tahun 2015 telah tertutup karena sudah ada mahasiswa yang direkrut. Secara tak terduga ada penambahan kandidat hanya khusus bagi mahasiswa putri sehingga kembali digelar seleksi kemampuan praktikum, berbahasa Inggris, tes verbal untuk immunologi untuk menguji pemahaman dan wawasan tentang medis. Tak hanya itu nilai IP dan laboratorium juga menjadi syarat tertentu untuk mengikuti seleksi. “Alhamdulillah saya terpilih menjadi kandidat berikutnya sebagai penerima beasiswa riset ke Jepang,” ucapnya.

Selain gembira, Indah merasa takut karena besarnya tanggung jawab yang diemban selama mengikuti riset di laboratorium NIMS Tsukuba Jepang. Sebab kinerja dan prestasi (Cindy dan Indah) selama riset menjadi pembuka jalan bagi penerus berikutnya untuk menjadi kandidat seperti mereka. “Kalau kinerja kami bagus, peluang rekan-rekan kami di FTB semaikin besar mengikuti riset serupa pada tahun-tahun berikutnya,” ungkap Indah.

Untuk persiapan keberangkatan ke Jepang, Cindy dan Indah akan mengikuti magang selama dua minggu di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, di samping menimba ilmu dari Fahmi Dwilaksono—mahasiswa FTB UTS penerima beasiswa Tahun 2014. Ia berharap kepercayaan dari UTS, fakultasnya dan pemerintah Jepang, dapat dilaksanakan dengan baik, tentunya menghasilkan prestasi yang membanggakan. “Ini bukti nyata keseriusan Fakultas Teknobiologi UTS dalam menjaga komitmennya untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi putra-putri terbaik Sumbawa dengan memberikan kesempatan dan dukungan, serta pendampingan secara penuh dalam meraih sebuah impian dan masa depan,” ucap Kepala Program Studi (Kaprodi) Bioteknologi FTB UTS, Ali Budhi Kusuma M.Sc, belum lama ini.

Baca Juga  Mahasiswa FKIP UNSA Belajar Kelola Sekolah di SMANDA
Cindy Suci Ananda
Cindy Suci Ananda

Ia berharap Cindy dan Indah dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk mendalami riset di bidang bioteknologi kesehatan dan menyerap ilmu dan pengalaman yang akan diterima agar bisa diterapkan di Indonesia sekembalinya nanti. Keberhasilan Cindy dan Indah memperoleh beasiswa magang ini menunjukan hasil evaluasi positif dari program magang periode sebelumnya yang dijalankan oleh Fahmi di NIMS, salah satu lembaga riset elit Jepang. Hal ini menunjukkan bahwa Universitas Teknologi Sumbawa memang mengedapankan kualitas bagi pendidikan putra-putri terbaik Sumbawa.

Fahmi Dwilaksono
Fahmi Dwilaksono

Cindy yang merupakan alumni dari SMAN 1 Empang, Indah dan Fahmi yang merupakan alumni dari SMAN 1 Sumbawa besar merupakan mahasiswa FTB UTS yang terjaring melalui Jalur Lomba Aplikasi Bioteknologi Tahun 2013. Lomba Aplikasi Bioteknologi diadakan oleh Fakultas Teknobiologi dalam rangka mempersiapkan bibit mahasiswa FTB UTS yang nantinya akan dipersiapkan untuk mengikuti program-program internasional seperti magang di Jepang dan kompetisi iGEM di Boston, Amerika.

Selain melalui jalur Lomba Aplikasi Bioteknologi, saat ini Fakultas Teknobiologi UTS masih membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui jalur Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB), jalur Undangan dan tes mandiri. “Siswa yang berhasil memenuhi standar kualifikasi Fakultas Teknobiologi UTS berkesempatan untuk memperoleh beasiswa pendidikan serta akan dibimbing untuk mengikuti program-program nasional maupun internasional,” pungkas Ali—sapaan akrabnya didampingi dua dosen FTB, Sausan Nafisah dan Maya Fitriana. (Jen/SR)

iklan bapenda