Menteri Pertanian RI Lepas Ekspor Jagung Sumbawa

oleh -60 views
Menteri Pertanian Dr Ir Andi Amran Sulaiman MP.

Sumbawa Besar, SR (31/07/2015)

Menteri Pertanian RI, Dr Ir Andi Amran Sulaiman MP melepas eksport 134 ribu ton jagung asal Sumbawa melalui Dermaga Pelabuhan Badas, Kecamatan Badas, Kabupaten Sumbawa, Jumat (31/7) siang. Ikut mendampingi Menteri dan jajarannya ini di antaranya Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, FKPD, Asisten, dan para kepala dinas termasuk Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Sumbawa. Selain itu hadir Direktur PT Seger Agro Nusantara selaku perusahaan yang melakukan ekspor jagung hasil petani Sumbawa di beberapa kecamatan.

Menteri Pertanian, didampingi Bupati Sumbawa dan Dirut Perum Bulog
Menteri Pertanian, didampingi Bupati Sumbawa dan Dirut Perum Bulog

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik menyebutkan bahwa Sumbawa masuk kategori daerah kering yang hanya memiliki curah hujan yang efektifnya hanya dua bulan. Dengan kondisi ini, pemerintah pusat memberikan target besar untuk produksi pertanian terutama jagung yakni 56 ribu ton pada Tahun 2015 ini. Tentu ini menjadi tantangan dan Sumbawa akan terus berupaya untuk memenuhi target tersebut. Hingga Juli ini lapor Bupati, Kabupaten Sumbawa telah mencapai sekitar 49.372 ton atau 87,60 % dari target nasional. Yang patut dibanggakan, jagung Sumbawa berkualitas baik karena kadar airnya rendah.

Sebelumnya diakui JM—sapaan bupati, Kabupaten Sumbawa pernah mengekspor jagung melalui Surabaya, namun sekarang eksport  bisa dilakukan di Labuhan Badas Sumbawa. Dengan bantuan instansi terkait, diharapkan bisa menjaga stabilitas keberadaan jagung ini di samping pembenahan infrastruktur Dermaga Labuan Badas agar terus dijadikan tempat pengiriman atau eksport hasil pertanian.

Baca Juga  Ritual Potong Kambing Awali Konstruksi Dermaga Sebotok

Menteri Pertanian RI Dr Ir Andi Amran Sulaiman MP mengatakan ada hikmah di balik kekeringan. Meski Sumbawa daerah kering dengan curah hujan hanya dua bulan, namun mampu mengeksport jagung dan pengiriman produksi pertanian lainnya ke luar daerah. Dengan kemampuan eksport ini, tentu pihaknya tidak akan membiarkan adanya import hasil produksi pertanian dari negara lain ke Indonesia.

Ia berharap tahun depan panen jagung di Kabupaten Sumbawa dari 50 ribu hektar bertambah dua kali lipat menjadi 100 ribu hektar agar mampu mendongkrak perekonomian petani Sumbawa. Dalam mewujudkannya pemerintah pusat akan memberikan dukungan anggaran dari Rp 50 Miliyar tahun lalu akan dinaikkan menjadi Rp 130 milyar. “Perhatian pemerintah dalam bidang pertanian sangat besar. Dibuktikan dengan tambahan anggaran tahun 2015 mencapai 16,9 triliun rupiah yang merupakan anggaran terbesar sepanjang sejarah, sekitar 130 milyar untuk Sumbawa,” ungkapnya.

Demikian dengan beras, produksinya over kapasitas sehingga mampu menyuplai kekurangan beras ke daerah lain. Untuk saat ini Sumbawa mengirim beras ke NTT sebanyak 1.300 ton. Karena itu Indonesia diharapkan dapat mewujudkan swasembada pangan. “Jika dapat menyerap gabah 200 ribu ton dari NTB, masing-masing 500 ribu ton dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan, insya Allah kami pastikan impor tahun ini tidak ada,” cetus Menteri.

Menteri Pertanian RI Mencicipi Jagung Rhee, Sumbawa
Menteri Pertanian RI Mencicipi Jagung Rhee, Sumbawa

Pantauan SAMAWAREA, setelah melepas eksport jagung di Labuan Badas, Menteri RI bersama rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Motong, Kecamatan Utan untuk berdialog dengan para petani jagung. Menteri menyempatkan diri untuk mencicipi jagung Rhee yang dikenal sangat enak dengan rasa yang khas membuat penikmatnya ketagihan. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.