Golkar NTB Calonkan Jack Morsa, Golkar Sumbawa Meradang

oleh -15 views
Jamaluddin Afifi SH, Wakil Ketua DPD Golkar Sumbawa

Sumbawa Besar, SR (22/07/2015)

Pengurus DPD Golkar Kabupaten Sumbawa dari kubu ARB, meradang. Pasalnya, pengurus DPD Golkar NTB mengeluarkan surat keputusan (SK) mengusulkan Jack Morsa S.Adm sebagai Calon Bupati Sumbawa dan H Irwan Rahadi ST sebagai Calon Wakil Bupati Sumbawa ke DPP Golkar. SK tersebut ditandatangani Plt Ketua Golkar NTB H Moh Suhaili FT SH dan Plt Sekretaris Ir H Misbach Mulyadi MM. Bukan usulan Jack Morsa sebagai calon bupati yang membuat pengurus Golkar Sumbawa kebakaran jenggot, tapi sebagian dari isi SK itu mencantumkan Jack Morsa menjabat sebagai Wakil Ketua Golkar Sumbawa. “Kami keberatan dengan jabatan Jack Morsa dalam SK DPD itu,” tegas Plt Ketua Golkar Sumbawa, Jamaluddin Afifi SH dalam jumpa persnya, Rabu (22/7).

Menurut Jeff—sapaan akrab politisi senior ini, pencantuman jabatan Jack Morsa itu bertolak belakang dengan SK pengurusan yang dikeluarkan DPD Golkar NTB yang ditandatangani Plt ketua dan Plt sekretaris No. Kep-98/DPD/Golkar-NTB/IV/2015 tertanggal 15 April 2015. Dalam SK kepengurusan yang diketuai Jamaluddin Afifi SH dan Sekretaris Ahmadul Kusasih SH ini, tidak ada nama Jack Morsa dalam kepengurusan, apalagi menjabat sebagai Wakil Ketua. “Ini sangat tidak benar, dan kami tidak dapat menerimanya. Terserah DPD NTB merekomendasikan Jack Morsa sebagai Calon Bupati Sumbawa, tapi jangan dicantumkan bahwa Jack itu sebagai Wakil Ketua Golkar karena ini bertentangan dengan SK yang diterbitkan oleh DPD NTB sendiri,” sesal mantan Ketua Komisi III DPRD Sumbawa dua periode ini.

Baca Juga  DPRD Sumbawa Dukung Penuh Tiga Desa Jadi Kampung Budidaya Lobster

Menanggapi adanya persoalan ini, Jeff mengaku telah menggelar rapat pengurus lengkap dihadiri 16 PK (pengurus kecamatan). Hasil rapat menyatakan semua pengurus menolak dan merasa keberatan dengan jabatan Wakil Ketua yang disandang Jack Morsa. Rapat ini juga mengindikasikan pencantuman jabatan Wakil Ketua Golkar pada diri Jack Morsa kental dengan kepentingan pribadi, menguntungkan diri sendiri, dan ingin meyakinkan partai lain agar berkoalisi. Dan tidak menutup kemungkinan juga ada indikasi partai lain ingin menghancurkan Golkar melalui orang-orang susupan.

Untuk diketahui ungkap Jeff, hasil rapat pengurus harian bersama perwakilan PK di Kabupaten Sumbawa memutuskan Golkar hanya mengusulkan calon wakil bupati satu-satunya adalah Nurdin Marjuni SH. Keputusan ini telah disampaikan dalam rapat pleno yang diperluas dan digelar DPD Golkar NTB di Hotel Grand Legi Mataram 17 Juni 2015 lalu, dan disetujui. Namun dalam perjalanannya Nurdin Marjuni menyatakan mengundurkan diri karena 90 persen konstituennya di Dapil I Sumbawa tidak menginginkannya maju pada Pilkada. Karenanya Golkar tidak mengusung calon pada Pilkada Sumbawa namun mendukung pasangan yang menjadi peserta pesta demokrasi tersebut. Bagaimana dengan Jack Morsa, Jeff menyatakan, anggota Fraksi Golkar di DPRD Sumbawa itu sebelumnya masuk dalam satu di antara lima orang yang diusulkan DPd Golkar Sumbawa menjadi calon wakil bupati. Tapi ini sudah dianulir setelah hasil keputusan rapat bahwa yang diusulkan Golkar adalah Nurdin Marjuni. “Kami tidak tahu jika Jack bergerak sendiri yang kemudian diusulkan DPD Golkar NTB tanpa rekom dari kami selaku pengurus DPD tingkat kabupaten,” tandasnya.

Baca Juga  Raperda APBD Perubahan NTB 2020 Diketok

Karenanya untuk menjaga keutuhan Partai Golkar di Sumbawa, Jeff meminta DPD NTB berlaku bijak dan mempertimbangkan kembali keputusannya. Sebab keputusan itu mencederai dan melukai perasaan pengurus kabupaten, di samping jabatan Jack Morsa yang tercantum dalam SK itu adalah illegal. “Jika ini tidak diindahkan, sejumlah pengurus telah menyatakan untuk mengundurkan diri secara massal, dan mengadukan permasalahan ini ke DPP,” demikian Jeff. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb