Ciptakan Sumbawa Aman, Kapolres Galang Dukungan

oleh -11 views

Sumbawa Besar, SR (22/07/2015)

Peristiwa pembakaran masjid di Tolikara Papua, membuat jajaran Polres Sumbawa bertindak cepat untuk mengantisipasi dampaknya hingga ke Kabupaten Sumbawa. Selain melakukan pengamanan di sejumlah gereja, jajaran setempat meningkatkan patroli. Namun upaya yang dilakukan polisi ini dalam rangka menciptakan Sumbawa yang aman dan kondusif tidak berjalan maksimal tanpa dukungan seluruh lapisan masyarakat. Karenanya Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM menginisiasi pertemuan koordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama dan Organisasi Keagamaan di Kabupaten Sumbawa, Rabu (22/7). Kegiatan yang dilaksanakan di Rupatama Polres Sumbawa dan dipimpin Kapolres dihadiri Kasdim 1607 Sumbawa, Mayor Inf Abdul Haris SH MH, Kepala Kemenag Sumbawa Drs H Baharuddin Maswarang, Kepala Kesbangpoldagri Sumbawa Drs Arif M.Si, Ketua FKUB, H Umar Hasan, Ketua NU HA Rachman Muchtar, Pengurus Muhammadiyah H Faisal Salim S.Ag, pimpinan organisasi keagamaan lainnya, tokoh masyarakat, tokoh pemuda,

Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM
Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM

para Kasat, perwira dan Kapolsek. “Kegiatan ini untuk mempererat kebersamaan semua tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Sumbawa dalam upaya menyikapi isu-isu yang berkembang di masyarakat,” kata Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM saat ditemui SAMAWAREA usai pertemuan.

Dengan pertemuan ini diyakini Kapolres, toleransi, solidaritas dan kebersamaan antar tokoh dan umat beragama yang selama ini terjalin mesra akan tetap terjaga. Tentunya dengan tetap mempertahankan kondisi ini, dipastikan Sumbawa akan aman. “Aparat keamanan didukung organisasi kepemudaan telah komit menjaga keamanan sejumlah tempat ibadah sebagai implementasi kebersamaan dan toleransi. Karena semua agama mengutuk perbuatan yang menciderai toleransi,” ujarnya.

Baca Juga  Belasan Doz Kembang Api Disita Polisi

Disinggung mengenai isu-isu miring yang beredar luas dan memancing suasana inkondusifitas, Kapolres menyatakan harus disikapi dengan sejuk dan segera diantisipasi agar tidak ada yang menjadi provokator maupun yang terprovokasi. Dalam hal ini semua harus berperan. Aparat menjaga keamanan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat terjun ke masyarakat untuk memberikan pemahaman agar masyarakat tidak terpancing dengan isu menyesatkan. Bagaimana dengan pernyataan di jejaring sosial yang mengarah pada provokasi, Kapolres mengaku sedang diselidiki. Jika mengandung hasutan untuk melakukan tindak pidana maka yang menyebarnya akan diambil tindakan dan dijerat Undang-undang ITE dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb