Paman Dilaporkan ‘Garap’ Keponakan di Kebun Jagung

oleh -11 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (21/07/2015)

Malang menimpa RAS (14). Gadis remaja yang baru masuk SMP ini harus menatap masa depannya yang suram. Hal ini terjadi setelah KM (35) pamannya diduga mencabulinya di sebuah kebun jagung wilayah Desa Prode, SP3, Kecamatan Plampang, kemarin malam. Korban tak bisa melawan selain fisiknya yang mungil, juga kondisi TKP dalam keadaan sepi. Kasus dugaan tindak pidana pencabulan ini sudah ditangani pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Plampang setelah orang tua korban melaporkannya secara resmi. Sedangkan sang paman yang sudah memiliki istri dan anak tersebut kabur dan dalam pencarian polisi.

amdal

Menurut informasi yang dihimpun SAMAWAREA, kasus dugaan pencabulan ini terjadi Minggu (19/7) sekitar pukul 20.00 Wita. Bermula ketika korban hendak menghadiri acara syukuran di rumah neneknya di Dusun Batu Rasak, Desa Selante, Kecamatan Plampang. KM yang masih berhubungan keluarga dan biasa dipanggil paman ini, bersedia mengantarkan korban menggunakan sepeda motor. Namun sebelum sampai ke rumah neneknya, KM mengajak korban jalan-jalan ke arah Tarano—sebuah kecamatan yang berada di ujung timur Sumbawa. Sekembalinya dari Tarano atau menuju perjalanan pulang, KM membelokkan kendaraannya menuju kebun jagung. Di lahan inilah korban diduga ‘digarap’. Setelah itu korban diantar pulang yang kemudian kasus ini terungkap setelah korban menceritakan perbuatan bejat sang paman kepada orang tuanya. Mengetahui kasusnya terungkap, KM kabur dan hingga kini dalam pencarian polisi.

Baca Juga  Heboh, Malam Ini Puing Wisma Praja Masih Mengeluarkan Api
Kapolsek Plampang IPDA Sumardi S.Sos
Kapolsek Plampang IPDA Sumardi S.Sos

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Plampang, IPTU Sumardi S.Sos, membenarkan adanya laporan kasus dugaan pencabulan ini. Dalam penanganannya, korban telah divisum et repertum (VER) untuk memastikan kebenaran dari laporan tersebut. Korban bersama sejumlah saksi lainnya juga telah dimintai keterangan. Mengenai terduga, IPDA Sumardi mengaku masih dalam pencarian. “Kami tengah mengumpulkan informasi untuk mengidentifikasi keberadaan terduga,” pungkasnya. (Jen/SR)

iklan bapenda