Terduga Provokator Kerusuhan KSB Jadi Tahanan Jaksa

oleh -2 views
bankntb

Taliwang, SR (16/07/2015)

AA kini menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Sumbawa. Hal ini setelah berkas perkara terduga provokator peristiwa kerusuhan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang menyebabkan 8 orang tertembak, satu di antaranya meninggal dunia, Mei lalu ini, dinyatakan lengkap (P21) yang diikuti dengan pelimpahan tersangka dan barang bukti oleh penyidik kepolisian.

amdal

Kajari Sumbawa Sugeng Hariadi SH MH yang dikonfirmasi SAMAWAREA melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) I Bagus Sudiadnya SH, Kamis (16/7) membenarkan AA telah menjadi tahanan kejaksaan selama 20 hari ke depan sejak 15 Juli hingga 3 Agustus 2015. Setelah pelimpahan tersangka dan barang bukti ini, tim jaksa akan menyusun surat dakwaan agar perkaranya segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sumbawa untuk disidangkan.

AA dijerat pasal 45 ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) UU ITE No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Eelektronik (ITE) serta jo pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (3) UU sama. Saat terjadi kerusuhan, tersangka AA memposting via media sosial Facebook sebanyak dua kali pada 17—18 Mei, mengenai informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat berdasarkan atas suku atau Ras dan antar golongan. AA juga disangka dengan sengaja mendistribusikan atau menstransmisikan dapat diaksesnya melalui elektronik yang bermuatan penghinaan dan pencemaran nama baik. “Postingannya mengandung unsur provokasi dan penghinaan,” kata Bagus—sapaan singkat jaksa murah senyum ini.

Baca Juga  Transaksi Narkoba di Kampus UNRAM, Sejumlah Mahasiswa Dibekuk

Taliwang Rusuh 1Untuk diketahui, kerusuhan di KSB berawal dari ketidakpuasan masyarakat terhadap penanganan kasus pembunuhan bocah berusia 6 tahun yang diduga dilakukan oleh JJ (12) dan ayahnya, ER. Warga yang kecewa lalu melempar dan merusak pos polisi.

Situasi semakin memanas saat aparat membubarkan warga. Akibat kerusuhan ini beberapa orang mengalami luka-luka dan satu orang warga meninggal dunia karena luka tembak. (Jen/SR)

iklan bapenda