5796 Dukungan Independent K2 Tidak Sah

oleh -1 views
bankntb

Taliwang, SR (14/07/2015)

KPUD Sumbawa Barat kembali menemukan sebanyak 5.796 dukungan tidak sah terhadap pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Sumbawa Barat, Kusmayadi dan Khairuddin Karim atau yang dikenal dengan Paket K2.
Temuan yang tertuang dalam hasil rapat pleno rekapitulasi dukungan pasangan calon perseorangan tingkat kabupaten tersebut dinyatakan bahwa dari 11.922 berkas dukungan yang diverifikasi faktual, hanya 6.126 dukungan sah. Sementara untuk Dukungan tidak sah ditemukan oleh tim verifikasi faktual di tiap wilayah, meliputi Kecamatan Taliwang sebanyak 2.304, Seteluk 1.246, Poto Tano 930, Jereweh 81, Maluk 39, Sekongkang 19, Brang Ene 357 dan Brang Rea 816 tidak sah.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumbawa Barat, Khairuddin SE usai rapat pleno yang berlangsung di Hotel Andi Graha, Taliwang, Selasa (14/7), menerangkan, meski ditemukan cukup banyak dukungan tidak sah dalam verifikasi administrasi dan faktual, pasangan independent K2 tetap berhak untuk mendaftarkan diri sebagai calon bupati dan wakil bupati. “Tetap bisa mendaftar dan kekurangan dukungan bisa dilengkapi sebelum penetapan calon bupati dan wakil bupati,” terangnya.
Sesuai jadwal KPU KSB, perbaikan syarat dukungan pa

sangan calon perseorangan dijadwalkan terlaksana dari 4-7 Agustus. Jika K2 tetap mendaftar pada 26-28 Juli mendatang diharapkan dapat memanfaatkan waktu yang disediakan, karena jika tidak, akan dianggap gugur sebagai calon bupati dan wakil bupati.
Secara keseluruhan paket K2 kekurangan 7.096 dukungan dari 13.222 syarat dukungan yang ditetapkan KPU KSB. Kekurangan dukungan itu ditemukan 1.300 saat analisis kegandaan dan 5796 pada verifikasi faktual.  Untuk bisa ditetapkan sebagai calon, kekurangan tersebut harus dilengkapi sebanyak dua kali lipat dari jumlah kekurangan dukungan, atau sebanyak 14.192 dukungan.
Terpisah, Kusmayadi (K2) yang juga ikut hadir mendengar hasil rapat pleno, mengungkapkan, pihaknya menerima ikhlas keputusan tersebut, meski dia mendapat laporan jika tim verifikasi faktual terkesan melakukan intimidasi terhadap  pendukungnya yang menyerahkan dukungan.

Baca Juga  Wakapolri Tegaskan Komitmen TNI-Polri Amankan Pilkada Serentak 2020

Untuk kekurangan dukungan, tim pemenangan K2 terus berupaya mendapat simpati dari masyarakat. Hingga saat ini, meski belum dikalkulasi dukungan terus mengalir dan ditaksir akan melebihi yang disyaratkan KPUD setempat. “Kami tetap berikhtiar untuk tetap maju, dan kekurangan dukungan akan kami penuhi,” tukasnya optimis. (Jen/SR)

iklan bapenda