Tersangka Rumah Adat KSB Ditetapkan Usai Lebaran

oleh -0 views
bankntb

Setelah Dokumen, Jaksa Sita Kayu

Taliwang, SR (13/07/2015)

amdal

Penyidikan kasus Proyek Pembangunan Rumah Adat Kabupaten Sumbawa Barat hampir mencapai klimaks. Sebab Kejaksaan Negeri Sumbawa sudah siap-siap untuk menetapkan tersangka kasus proyek senilai Rp 2,9 miliar yang dialokasikan melalui APBD 2014 tersebut. “Insya Allah setelah lebaran,” ucap Kajari Sumbawa, Sugeng Hariadi SH MH saat ditemui SAMAWAREA usai acara buka puasa bersama di Kantor Kejaksaan setempat, tadi malam.

Pihaknya sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi termasuk pejabat terkait di Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga KSB. Bahkan kejaksaan menurunkan Tim Intel untuk melakukan penggeledahan di kantor tersebut sekaligus menyita sejumlah dokumen yang kini telah menjadi barang bukti. Hasil pengecekan dokumen sambung Kajari, pihaknya menemukan arah perbuatan melawan hukumnya. Karenanya dalam waktu dekat Tim Pidana Khusus (Pidsus) akan bertolak ke Taliwang untuk menyita sejumlah kayu yang dijadikan bahan pembangunan proyek dimaksud. “Perbuatan melawan hukumnya sudah mengarah makanya kami akan menyita kayu-kayu yang siap dipasang untuk mendirikan rumah adat itu,” ujar Kajari. Disinggung mengenai jumlah tersangka yang akan ditetapkan nantinya, Kajari tidak memberikan penjelasan secara pasti. “Itu tergantung tim, berapa tersangka yang mau ditetapkan,” pungkas Kajari.

Tim Jaksa Geledah Kantor Disbudpora KSB, sita sejumlah dokumen
Tim Jaksa Geledah Kantor Disbudpora KSB, sita sejumlah dokumen

Untuk diketahui, Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa, menyita sejumlah dokumen di Dikbudpora KSB dalam drama penggeledahan yang berlangsung selama tiga jam. Dokumen yang disita ini terkait Proyek senilai Rp 2,9 miliar yang dialokasikan melalui APBD 2014. Melalui proses tender, CV Agung Sembada ditunjuk sebagai pemenang. CV Agung merupakan perusahaan asal Tuban, Jawa Timur. (Jen/SR)

CAPTION: Kajari Sumbawa Sugeng Hariadi SH MH didampingi Kasi Datun, Benny Daniel Parlaungan SH MH (foto: Doc/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Ini Klarifikasi RSUD Soal Dugaan Bayi Tertukar