Puluhan Hektar Sawah di Brang Rea Terancam Gagal Panen

oleh -0 views
Ilustrasi
bankntb

Sumbawa Barat, SR (10/7/2015)

Sedikitnya 50 hektar tanaman padi di Desa Seminar Salit, Kecamatan Brang Rea, Sumbawa Barat, dilaporkan mengalami Kekeringan dan terancam gagal panen. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mandiri Seminar Salit, Syahruddin, menuturkan, petani setempat hanya bisa pasrah melihat kondisi tanaman yang sangat membutuhkan pasokan air. Irigasi yang bersumber dari mata air Batu Melik kini hampir kering dan tidak bisa digunakan untuk mengairi puluhan hektar sawah. “Satu-satunya harapan dari petani saat ini hanyalah bantuan dari pemerintah yang sifatnya segera,” pinta Syahruddin.

Perhatian dari pemerintah daerah, sambungnya, sangat dinantikan dalam satu pekan kedepan. Usia padi yang memasuki tiga bulan dikhawatirkan akan mati mengering jika tidak ditangani secepatnya. Petani Desa Seminar Salit khususnya di Dusun Batu Melik pada panen pertama Maret-April mampu menghasilkan sedikitnya 5 ton padi/hektar. Jika penanaman kedua kali ini mengalami kegagalan, maka Kecamatan Brang Rea yang tercatat sebagai salah satu lumbung padi di Sumbawa Barat akan mengalami penurunan produksi padi sekitar 250 ton. Selain petani merugi, dampak lainnya juga akan berpengaruh pada capaian Sumbawa Barat dalam Produksi Padi Tahun 2015.

Kabupaten yang bermottokan bumi pariri lema bariri ini melalui Dinas Kehutanan, Perkebunan dan Pertanian (Dishutbuntan) telah menargetkan produksi 101.667 ton padi dari lahan tanam 19.821 hektar, dengan capaian produksitifitas 52,18 kuintal/hektar dari luas panen 19.484 hektar. Informasi yang berhasil dihimpun SAMAWA REA, sebagian besar lahan di Dusun Batu Melik Desa Seminar Salit merupakan sawah tadah hujan. petani kerap dihantui gagal panen pada masa tanam kedua. Irigasi dari mata air yang menjadi tumpuan tak mampu mencukupi bahkan kadang kering saat musim kemarau. (ARDIANTO/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  XL Raih Penghargaan Dalam Penerapan GCG