Pansus Ungkap Sejumlah Proyek Bermasalah

oleh -8 views

Tidak Dikerjakan, Anggaran Cair 100 Persen

Sumbawa Besar, SR (08/07/15)

Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Sumbawa memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah karena sebagian besar program yang tersebar di seluruh kecamatan telah dapat dilaksanakan secara optimal. Kegiatan tersebut telah menunjukan hasil yang optimal dengan memperhatikan kualitas yang lebih baik. Hal ini membuktikan pengawasan selama proses pembangunan berlangsung telah berjalan sesuai harapan. Pujian ini setelah Pansus mencermati penjelasan tentang Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2014 yang disampaikan Bupati Sumbawa dan Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD serta hasil pemantauan di lapangan. Namun demikian, Ketua Pansus, Andi Rusni SE dalam sidang Paripurna terakhir, Selasa (7/7) malam, melihat realisasi program dan kegiatan tahun 2014, masih muncul sejumlah pertanyaan terhadap beberapa program yang membutuhkan jawaban sekaligus temuan Pansus dapat disikapi oleh pemerintah daerah.

Di antaranya, pengerjaan jalan lingkungan Dusun Kamboja Desa Empang Kecamatan Empang dengan alokasi dana Rp 50 juta. Hasil pemantauan Pansus jalan tersebut mulai rusak. Ini karena tidak maksimalnya proses pengerjaan. Kemudian penguatan tebing Brang Batir Kecamatan Empang sebesar Rp 100 juta dinilai tidak maksimal karena beberapa bagiannya sudah jebol. Demikian dengan pembangunan Bendungan Tiu Tui Desa Boal Kecamatan Empang Rp 200 juta yang sudah mulai retak dan terancam jebol. Bahkan dikhawatirkan tidak dapat dimanfaatkan. Kegiatan Paket VIII Konstruksi Jalan Produksi yang berlokasi di Pamanto Desa Klungkung Kecamatan Batulanteh yang pengerjaannya menggunakan 2 sumber anggaran atau sharing anggaran yakni DAK Rp 100 juta dan APBD Rp 100 juta. sayangnya pengerjaan jalan ini diduga tidak sesuai dengan panjang jalan serta beberapa titik tertentu mengalami kerusakan. Mestinya dengan anggaran sebesar itu jalan yang dikerjakan lebih panjang dan pengerjaan dapat dilakukan lebih optimal. Selanjutnya pembangunan Poskesdes di Desa Marga Karya Kecamatan Moyo Hulu yang dianggarakan dari DAK Rp 73.920.000, dan APBD Rp 199.998.000. Dari pantauan Pansus hasil pengerjaannya tidak maksimal apabila dibandingkan dengan besar anggaran yang hampir mencapai Rp 300 juta.

Baca Juga  Resmi Diketok, APBD Sumbawa 2018 Capai 1,666 Triliun

Sementara, kegiatan yang sudah dialokasikan pada tahun anggaran 2014 namun tidak dilaksanakan meliputi Pembangunan Jembatan Gantung Nanga Talo di Desa Baru Tahan Kecamatan Moyo Utara dengan alokasi anggaran Rp 93.457.000. Informasi yang diperoleh Pansus dari Kepala Desa setempat bahwa kegiatan direncanakan akan dipindahkan ke Dusun Baru B Desa Baru Tahan Kecamatan Moyo Utara, meski sudah dilakukan survey dan pengukuran namun tidak direalisasikan. Ironisnya realisasi fisik dan anggaran berdasarkan data dari Dinas PU telah direalisasikan 100 persen. Terkait dengan masalah tersebut, Pansus perlu mendapat penjelasan dari pemerintah daerah.

Pembangunan Dam Pengendali di Buin Bole Desa Leseng Kecamatan Moyo Hulu yang dikerjakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan melaksanakan kegiatan itu dengan anggaran Rp 80 juta, dan Rehab Dam Pengendali Buin Bole Desa Leseng Kecamatan Moyo Hulu yang dilaksanakan Dinas Kehutanan dan Perkebunan dengan alokasi Rp 80 juta. Ternyata pekerjaan itu hanya dilaksanakan Dinas Kehutanan dan Perkebunan dengan kegiatan Pembangunan Dam Baru, sementara yang diusulkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan tidak terlaksana. Ironisnya anggaran dari kedua SKPD tersebut, telah terealisasi 100 persen. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.