Pelat Terpilih Sebagai Pusat Pembelajaran Madu Lebah Trigona

oleh -20 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (29/06/15)

Sumbawa dikenal sebagai daerah penghasil madu. Madu yang dihasilkan selama ini adalah madu hutan atau dalam bahasa Sumbawa disebut Aning. Namun sejak setahun terakhir KPHP Batulanteh mendorong dan memperkenalkan lebah Trigona atau dalam bahasa Sumbawa disebut Sentelan. Menurut Kepala KPHP Batulanteh, Julmansyah, S.Hut M.Si, Lebah Trigona ini cukup melimpah di hutan dan kebun masyarakat. Akan tetapi pengembangannya belum dilakukan secara serius, padahal lebah ini merupakah penghasil propolis terbesar dari kalangan lebah. Untuk saat ini Lebah Trigona sudah sangat berkembang di Desa Pelat dengan keberadaan sekitar 400 stup yang diusahakan secara swadaya. Menangkap semangat tersebut, berbagai perwakilan kelompok tani pengembang Lebah Trigona bersepakat agar pemerintah melalui SKPD terkait membantu memfasilitasi pengembangannya. Zaenal Arifin dari BP4K pada kesempatan tersebut mengusulkan agar upaya dan inisiatif berbagai kelompok di Desa Pelat dapat didorong menjadi Pusat Pelatihan Kehutanan Pedesaan Swadaya Masyarakat (P2KPSM).

Menurut Julmansyah, jika sinergi tersebut berjalan maka Desa Pelat akan secara nyata menjadi pusat pembelajaran madu Lebah Trigona. Kedepan desa ini akan menjadi pusat belajar bagaimana mengembangkan Lebah Trigona. Birokrat muda yang telah lama menekuni madu Sumbawa menyayangkan jika Sumbawa tidak memiliki pusat pembelajaran madu, padahal madu Sumbawa sudah sangat terkenal.

Pengurus kelompok yang berasal dari 8 kelompok bersepakat agar pengembangan Lebah Trigona ini dapat dilakukan lintas SKPD dan dibutuhkan suatu tempat belajar bersama. Desa Pelat dipilih dalam satu kesepakatan pada acara Sosialisasi Pola Kemitraan Lebah Trigona kerjasama KPHP Batulanteh dengan BP2HP Denpasar, yang berlangsung di Aula Pertemuan kantor KPHP Batulanteh, Senin (29/6).

Baca Juga  Kapolres Sumbawa Peduli Bayi Penderita Tumor Mata

Juraidi–Ketua Kelompok Trigona Dusun Brang Pelat, Kecamatan Unter Iwis, merasakan manfaat selama ini. Sejak difasilitasi oleh KPHP untuk bermitra dengan UMKM UD Naufal Barokah, produk madu yang dihasilkan oleh anggota kelompoknya dapat dipasarkan dengan baik. Pada kesempatan yang sama Endang Komaladewi sebagai pelaku UMKM mengatakan, brand Sumbawa Black Honey (madu hitam Sumbawa) telah dipasarkannya di Outlet depan Bandara Sumbawa. Kedepan pihaknya menginisiasi produk Propolis Sumbawa yang dihasilkan dari lebah Trigona Sumbawa. “Semoga Pemda melalui SKPD terkait tidak memandang sebelah mata produk ini. Mengingat Lebah Trigona sangat mudah dibudidayakan dan dapat menjadi pengungkit perekonomian pedesaan,” ujarnya.

Produk Sumbawa Black Honey ini telah dilaunching Wakil Gubernur dan Wakil Bupati Sumbawa pada 22 Januari 2015 bertepatan dengan HUT Kabupaten Sumbawa. Kini pengembangannya telah dipayungi oleh Asosiasi Lebah Trigona Sumbawa sebagai wadah berkumpulnya petani madu Trigona. Para petani berharap pembinaan dapat dilakukan secara terpadu oleh semua SKPD terkait. (*)

Caption: Kepala KPHP Batulanteh, Julmansyah, S.Hut M.Si, pada Sosialisasi Pola Kemitraan Lebah Trigona kerjasama KPHP Batulanteh dengan BP2HP Denpasar, yang berlangsung di Aula Pertemuan kantor KPHP Batulanteh, Senin (29/6).

 

iklan bapenda