Belasan Doz Kembang Api Disita Polisi

oleh -12 views

Sumbawa Besar, SR (21/06/15)

Suara petasan bersahut-sahutan. Suara yang cukup memekakan telinga ini tidak hanya mengusik warga, tapi juga mengganggu ketenangan dan kekhusyu’an dalam melaksanakan ibadah bulan ramadhan. Sebab letusan ‘bom’ kembang api ini kerap terdengar saat masyarakat melaksanakan sholat taraweh. Karenanya jajaran Kepolisian Polres Sumbawa terjun ke lapangan untuk menggelar oeprasi petasan. Selain menyasar para pelaku yang membunyikan petasan, juga merazia para penjualnya.

Kembang apiDalam operasi yang digelar Sabtu (20/6) malam kemarin ini, polisi menyita belasan doz petasan dari sejumlah pedagang kakilima di kawasan Pertokoan Sumbawa.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, IPTU Tri Prasetiyo, mengakui adanya operasi tersebut. Petasan atau kembang api yang disita dari para penjualnya adalah yang dikategorikan menimbulkan letusan yang cukup besar. Para penjualnya didata dan dibina untuk tidak lagi menjual kembang api tersebut. “Mereka sebenarnya punya ijin, tapi ketika bunyi kembang api mengusik ketenangan warga, kami sita,” katanya.

Yang paling dicari saat ini adalah pelaku yang membunyikan atau membuat kembang api rakitan yang menimbulkan suara menggelegar. Pelaku ini dapat dijerat UU Darurat dengan ancaman 12 tahun penjara. Menurutnya, bunyi yang dapat mengganggu ketertiban umum tidak diperbolehkan. Hal ini juga diatur dalam KUHP. Apabila dilanggar maka akan dikenakan sanksi pidana. Karenanya ia meminta kepada para penjual untuk mematuhi larangan tersebut sebab tidak hanya yang membunyikan yang bisa terjerat hukum, tapi juga penjualnya. (*)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Peduli Lingkungan, FM2P Bersih-bersih Pantai di Pulau Sentigi

No More Posts Available.

No more pages to load.