BKSDA Ultimatum Masyarakat Menyerahkan Satwa Liar Terlindungi

oleh -10 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (19/06/15)

Semakin maraknya kejahatan terhadap tumbuhan dan satwa liar (TSL) berupa perdagangan illegal dan penyelundupan serta kepemilikan satwa liar yang dilindungi undang–undang tanpa ijin, mendorong pemerintah untuk mengambil langkah penyelamatan. Ini dilakukan agar satwa liar yang dilindungi ini tidak terancam punah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah terbitnya surat edaran Balai KSDA NTB No. SE. 10/IV/K.18/LIN/2015 tanggal 25 Mei 2015 tentang Penyerahan Secara Sukarela Semua Jenis Satwa Liar yang Dilindungi Undang–undang.

Satwa LiarDalam surat edaran ini seperti yang disampaikan Kasubag Humas Bagian Humas dan Protokol Setda Sumbawa, R Rudi Yulianto, SE M.Sc MAP, terungkap beberapa satwa liar yang harus dilindungi dan diminta diserahkan masyarakat secara sukarela. Di antaranya Rusa Timor, Rusa Sambar, Menjangan, Kijang, Landak, Kancil, semua jenis Elang, Kakatua putih, Jambul Kuning, Beo Sumbawa, Beo Nias, Beo Flores, Dara Mahkota, Kakatua Raja, Nuri Merah Kepala Hitam, Penyu Sisik, Penyu Hijau, Penyu Ridel, Penyu Tempayan, Penyu Pipih, dan lainnya.

Satwa Liar 1Dalam edaran ini juga sebut Rudi, masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan perburuan dan memperjual-belikan serta memiliki dan memelihara satwa liar yang dilindungi undang-undang tersebut. Apabila ada masyarakat yang memiliki dan memelihara satwa liar yang dilindungi undang–undang tanpa dilengkapi ijin yang sah, agar segera menyerahkannya secara sukarela ke Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam NTB, Kantor Seksi Konservasi Wilayah I Lombok, Kantor Seksi Konservasi Wilayah II Sumbawa, dan Kantor Seksi Konservasi Wilayah III Bima. Batas waktu penyerahan secara sukarela satwa liar yang dilindungi undang–undang paling lambat 31 Agustus 2015. (*)

Baca Juga  Polsek Dompu Jaring 50 Pengguna Jalan Tak Bermasker

 

iklan bapenda