Tunggak Pajak, KPP Sita Bus Perusahaan di KSB

oleh -21 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (18/06/15)

Gara-gara menunggak pajak, sebuah perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) harus merelakan asetnya disita. Tim penagihan yang diterjunkan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sumbawa Besar mengambil tindakan tegas dengan menyita satu unit bus milik perusahaan tersebut.

Kasi Penagihan KPP Pratama Sumbawa, Putu Karnayasa SH
Kasi Penagihan KPP Pratama Sumbawa, Putu Karnayasa SH

Kepala KPP Pratama Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kepala Seksi (Kasi) Penagihan, Putu Karnayasa SH mengaku telah memberikan beberapa kali teguran kepada perusahaan yang tidak disebutkan namanya ini. Saat wajib pajak ini menunggak pajak hingga jatuh tempo, pihaknya mengambil langkah-langkah secara bertahap sesuai prosedur. Mulai dari teguran yang intinya memberikan peringatan kepada wajib pajak dengan jangka waktu 7 hari. Karena tidak diindahkan pihak pajak melayangkan surat paksa namun masih memberikan kesempatan selama 21 hari untuk menunggu respon penunggak pajak ini. Sebenarnya dalam masa ini, perusahaan tersebut sudah ada kemauan untuk melakukan pembayaran tunggakan. Tapi karena ada likuiditas KPP Pratama harus melaksanakan tindakan penyitaan dalam waktu 2 x 24 jam. Ditanya nama perusahaan dan besar tunggakan pajaknya, Putu enggan menyebutkannya. “Kami tidak bisa menyebutkan karena ini sudah aturan,” elaknya.

Kantor KPP Pratama Sumbawa Besar
Kantor KPP Pratama Sumbawa Besar

Untuk diketahui, ini adalah tindakan penyitaan pertama yang dilakukan KPP Pratama terhadap penunggak pajak di wilayah kerjanya. Meski diakui masih banyak penunggak pajak lainnya namun pihak tetap mengutamakan upaya persuasive. Terkadang tunggakan itu karena wajib pajak lupa membayar pajaknya. Bagi yang terlambat mambayar hingga jatuh tempo akan diberikan sanksi berupa denda. Untuk itu sosialisasi terus dilakukan agar wajib pajak ini menyadari kewajibannya. Hal ini mengingat pajak yang dia bayar akan digunakan dalam membiayai pembangunan. Dan wajib pajak yang taat membayar pajak telah berpartisipasi dalam pembangunan. (*)

iklan bapenda
Baca Juga  Catat Rekor, Sepekan Bank Sampah "Jorok" Dapat 26 Nasabah