Rafiq: PDIP Tidak Ketinggalan Kereta

oleh -2 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (15/06/15)

Sampai saat ini publik masih menunggu siapa yang bakal mendampingi H Husni Jibril B.Sc Calon Bupati Sumbawa dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebab tidak ada tanda-tanda PDIP untuk memberikan sinyal siapa pelamar yang paling kuat bakal mendampingi Haji Husni. Ini bisa berbahaya dan PDIP terancam ketinggalan kereta, karena di saat pasangan dan partai lain tengah mensosialisasikan atau memperkenalkan calonnya, PDIP masih berkutat pada proses verifikasi calon. Padahal pendaftaran calon boleh dikatakan tinggal menghitung hari.

amdal
Abdul Rafiq, Ketua DPC PDIP Sumbawa
Abdul Rafiq, Ketua DPC PDIP Sumbawa

Dikonfirmasi hal ini, Ketua DPC PDIP Kabupaten Sumbawa, A Rafiq mengatakan, DPP sudah melaksanakan fit and propertest terhadap lima calon yang melamar ke PDIP. Calon ini adalah Drs A Rahman Alamudy SH M.Si (Golkar), H Husni Jibril B.Sc (PDIP), Syamsul Fikri (Demokrat), Burhanuddin Jafar Salam SH (PAN) dan H Mahmud Abdullah (Nasdem). Kini hasil uji kepatutan dan kelayakan ini sedang diverifikasi DPP dan sejauh ini pihaknya belum menerima hasilnya. Tentu ada criteria-kriteria yang ditetapkan DPP sebagai dasar penilaian untuk mengeluarkan rekomendasi siapa yang diputuskan mendampingi Haji Husni. Dan sejauh ini dalam penilaian DPC, ungkap Rafiq, empat calon yang melamar sebagai Wakil Bupati Sumbawa memiliki kans yang sama. Rafiq membantah alotnya proses tersebut membuat PDIP ketinggalan kereta. “Insha Allah tidak terlambat. Akhir bulan ini klir lalu dideklarasikan,” ujarnya optimis.

Baca Juga  Sambut Pilkada, Gubernur Ajak Masyarakat Tetap Jaga Kerukunan
Lalu Budi Suryata SP, Sekretaris DPC PDIP SBW
Lalu Budi Suryata SP, Sekretaris DPC PDIP SBW

Ditambahkan Sekretaris DPC PDIP Sumbawa, Lalu Budi Suryata SP. Menurutnya proses saat ini sudah menjadi ranah dan kewenangan DPP. Ia berharap semua pihak termasuk masyarakat Sumbawa bersabar karena pada saatnya nanti DPP akan mengeluarkan rekomendasi untuk menjawab apa yang ditunggu publik. Senada dengan Rafiq, Budi juga menyatakan semua calon yang melamar sama-sama memiliki kans yang kuat untuk ditetapkan mendampingi Haji Husni. Alasannya semua figure tersebut memiliki komitmen yang kuat dalam membangun Sumbawa lebih baik ke depan.

Sementara itu informasi yang diserap samawarea.com menyebutkan ada beberapa nama yang menguat selama ini. Adalah pasangan Haji Husni—Haji Mo (Mahmud Abdullah dari Nasdem). Namun koalisi PDIP—Nasdem gagal total setelah DPP Nasdem mengeluarkan rekomendasi mendukung pasangan H Asaat Abdullah (Hanura)—Candra Wijaya Rayes (Nasdem). Kemudian Haji Husni–Syamsul Fikri (koalisi PDIP—Demokrat) atau yang dikenal dengan Paket HUFI. Tapi santer, Demokrat justru mendukung Baijuri Bulkiah SH untuk bersanding dengan Ir H Mokhlis M.Si yang diusung Gerindra (Paket MUJUR). Belakangan muncul nama Burhanuddin Jafar Salam yang populer disapa BJS. Lagi-lagi ada kader senior di tubuh PAN yang juga sangat berkeinginan untuk dicalonkan yakni Muhammad Jabir SH MH.

Drs A Rahman Alamudy SH M.Si dari Golkar Sumbawa Daftar ke PDIP
Drs A Rahman Alamudy SH M.Si dari Golkar Sumbawa Daftar ke PDIP

Kini muncul harapan baru yaitu pasangan Haji Husni—A Rahman Alamudy (Golkar). Koalisi PDIP—Golkar sangat memungkinkan saat ini mengingat Golkar dari dua kubu (AL dan ARB) pada malam ini tengah menggelar pertemuan perdana untuk membentuk tim penjaringan bakal calon untuk Pilkada di sejumlah daerah di Indonesia. Pertemuan ini memberikan angin segar bagi Golkar untuk dapat menjadi partai pengusung pada Pilkada khususnya di Kabupaten Sumbawa. Jika ini terwujud, pasangan yang dihasilkan dari koalisi dua partai besar ini bakal menjadi saingan terberat dari pasangan lainnya. (*)

iklan bapenda