Saat-Jaya Versus MUJUR Adalah Pertarungan JM dan Bajang

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (13/06/15)

Pertarungan politik menjelang Pilkada Sumbawa 2015 semakin hangat. Dalam beberapa hari terakhir ini dua paket calon menjadi perbincangan hangat, bahkan dianggap akan bersaing secara ketat dalam meraih simpati masyarakat. Adalah pasangan H Asaat Abdullah ST—Candra Wijaya Rayes ST (Saat-Jaya) dengan Ir H Mokhlis M.Si yang santer dikhabarkan berpasangan dengan Baijuri Bulkiah SH (Mujur). Bukan hanya figure dalam pasangan ini, namun yang menarik adalah persaingan dua tokoh di belakangnya. Paket Saat—Jaya mendapat dukungan penuh Drs H Jamaluddin Malik Ketua Hanura yang saat Pilkada berlangsung masih menjabat sebagai Bupati Sumbawa. Tentu untuk bertarung dengan lawan politik lainnya memiliki modal atau amunisi yang lebih dari cukup. Dengan kekuasaan yang masih dalam genggaman, JM—sebutan Bupati tokoh di balik Saat—Jaya, dianggap memiliki kuasa untuk menguasai kalangan birokrasi. Belum lagi mesin partai yang sudah pasti bergerak secara maksimal. Sebab JM adalah Ketua Partai Hanura, sedangkan Jaya (Candra Wijaya Rayes) adalah Ketua Partai Nasdem. Meski Saat—Jaya dinilai tidak representasi mewakili Timur—Barat, namun sudah terwakili dari ketokohan JM yang dikenal memiliki basis yang kuat di wilayah timur. Keberadaan JM akan ditunjang dengan kehadiran H Ilham Mustami S.Ag—tokoh wilayah timur yang pada Pileg 2014 lalu menjadi calon anggota DPRD peraih suara terbanyak di NTB. Selain itu ada Mustami H Hamzah mantan Ketua DPC PDIP Sumbawa yang terdepak dari partainya, telah secara penuh mendukung pasangan Saat—Jaya. Mustami telah bertekad akan memboyong mantan kadernya di PDIP untuk mendukung pasangan tersebut. Bagaimana dengan H Asaat ? calon bupati ini dinilai berhasil memimpin birokrasi terutama di lingkup instansinya sebagai Kadis PU. Banyak bantuan pusat yang teralokasi atas kiprahnya. Dan banyak infrastruktur yang berdiri atas andilnya. Kelebihan Haji Asaat ini mampu menutupi kekurangan dari pasangannya yang mewakili wilayah barat. Meski Jaya dinilai masih ‘baru’ dan belum banyak memiliki pengalaman, namun kiprah politiknya telah melambungkan namanya hingga menempati posisi sebagai ketua salah satu komisi di DPRD Sumbawa. Jaya adalah tokoh muda yang dianggap representasi kalangan muda di Sumbawa.

Namun kekuatan pasangan ini masih mendapat saingan. Pasangan Mujur (Mokhlis—Baijuri) adalah saingan terberatnya. Bahkan dari hasil nguping, JM sangat mengkhawatirkan jika paket perpaduan Gerindra—Demokrat ini benar-benar terwujud, terutama ketokohan Mokhlis yang tidak diragukan lagi. Mokhlis yang pernah menjadi penjabat Bupati Sumbawa meski singkat namun menghasilkan banyak prestasi, membuat masyarakat rindu pada kepemimpinannya yang dinilai bersahaja dan merakyat. Banyak yang mengelu-elukan mantan Kadisnakertrans NTB ini kembali memimpin Sumbawa. Kini dengan jabatannya sebagai Kadis Pertanian NTB, Mokhlis mendapat kesempatan yang luas untuk turun lapangan dan bertatap muka secara langsung dengan masyarakat bawah. Sepak terjangnya pun berhasil membuat para petani tersenyum dengan menggelontorkan dana yang sangat besar bagi pengembangan pertanian di Kabupaten Sumbawa. Ini sejalan dengan keinginan masyarakat terutama petani yang tidak ingin berteori semata namun realisasi yang nyata. Dan ini sudah dibuktikan suami dari Ir Hj Yusmi Zustia tersebut. Upaya Mokhlis menjadi bupati diperkuat dengan ketokohan Baijuri Bulkiah SH—calon pasangannya. Mantan birokrasi yang kini berkarier di politik sebagai kader Demokrat dan menjabat sebagai salah satu anggota DPRD NTB Dapil Sumbawa—KSB, dikenal tegas, berani dan memiliki jiwa pendobrak, serta pejuang yang sangat gigih. Sepak terjang BJ—sapaan akrabnya bakal menjadi boomerang bagi pasangan Saat—Jaya untuk menjaga ‘kesolidan’ massa di wilayah timur. Sebab ada keyakinan, jika pasangan Mujur mampu memecah kekuatan di wilayah timur maka kemenangan akan berada di depan mata. Kekuatan paket Mujur ini semakin berlipat karena ada tokoh sentral di belakangnya. Selain Wilgo Zainar—Ketua DPD Gerindra NTB, ada TGB M Zainul Majdi—Gubernur NTB yang juga Ketua DPW Demnokrat NTB. Tuan Guru Bajang—sebutan gubernur masih menjadi tokoh fanatik yang kharismatik. TGB memiliki massa yang militan, loyal dan sulit digoyang. Tentunya TGB tak rela paket yang diusungnya kalah. Sudah pasti akan berbuat sangat maksimal. Jika boleh dikatakan, pertarungan Saat—Jaya versus Mokhlis—Baijuri adalah pertarungan antara JM dan Bajang. (*)

iklan bapenda
Baca Juga  Cegah Pungli, DPRD dan Dishubkominfo akan Menata Titik Parkir