Kunci Sukses dari Direksi Perbankan Nasional Untuk Mahasiswa UTS

oleh -2 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (12/06/15)

Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Direksi Perbankan Nasional dan Anggota DPR RI mengaku kagum dengan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Mereka tak menyangka kehadiran perguruan tinggi di tengah hutan belantara dan berada di bawah kaki bukit yang berada jauh di pedalaman Kota Sumbawa ini telah mengukir prestasi dunia dan mampu menyaingi perguruan-perguruan tinggi ternama lainnya. Padahal UTS masih berumur dua tahun dan belum menghasilkan alumni. Menariknya lagi, mahasiswa yang kuliah di UTS tidak hanya berasal dari daerah setempat namun dari berbagai daerah di nusantara. Kekaguman ini semakin berlipat karena ide pendirian UTS ini lahir dari seorang Dr H Zulkieflimansyah M.Sc. Mereka menilai Doktor Zul sebagai seorang visioner yang mampu mewujudkan mimpi besarnya dalam membangun lembaga pendidikan berkualitas di daerah kelahirannya. Kehadiran OJK dan para direksi perbankan ini selain ingin melihat dari dekat kondisi UTS sebagai perguruan tinggi ternama di Indonesia bagian timur, juga bertatap muka dengan mahasiswa dan dosen setempat melalui kegiatan Talkshow yang digelar di Aula UTS, Kamis (11/6) kemarin. Mereka ingin memotivasi para mahasiswa untuk menjadi orang yang sukses.

Kartini Sally  Direksi Bank Mandiri
Kartini Sally Direksi Bank Mandiri

Komisoner OJK, Nelson Tampubolon mengaku salut dengan perjuangan Doktor Zul yang telah sukses membangun sebuah peradaban dengan mewujudkan mimpi dan visi yang kongkrit. UTS memang masih berusia muda namun telah menghasilkan prestasi yang luar biasa. Ini karena tiga kunci sukses yang membuat UTS semakin maju, yaitu memiliki mimpi besar, dukungan teknologi yang memang sesuai dengan konten UTS serta menjaga harmonisasi keragaman yang ada di dalam UTS. Mengingat mahasiswa UTS berasal dari berbagai daerah di nusantara. Karenanya Ia menantang mahasiswa UTS tidak hanya terpaku mencari kerja, tapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan. “Melihat mahasiswa yang hebat-hebat dan dosen yang muda-muda lulusan luar negeri, saya merasa yakin UTS ke depan akan memiliki posisi strategis di negeri ini yang mampu melahirkan generasi berkualitas di masa mendatang,” cetusnya.

Susi Liestiowaty Direksi Bank BRI
Susi Liestiowaty Direksi Bank BRI

H Wilgo Zainar M.BA—Anggota Komisi XI DPR RI mengaku baru pertama kali menginjakkan kaki di UTS dan merasa sangat kagum. Karena itu dia menilai Doktor Zul bukanlah seorang politikus, melainkan seorang visioner dan negarawan. Seorang politikus akan berpikir bagaimana bisa terpilih pada pemilu berikutnya, namun seorang visioner dan negarawan memikirkan masa depan generasi saat ini hingga generasi berikutnya. “Kalau politikus itu satu tempat tidur mimpinya bisa berbeda-beda, tapi kalau visoner meski beda-beda tapi mimpinya satu bagaimana Indonesia bisa bangkit. Ini luar biasa dan kami salut dengan Bang Zul,” ucapnya.

Wilgo—sapaan politisi Gerindra ini mengaku tak pernah berpikir di tengah lembah berdiri sebuah universitas berkualitas dengan beragam prestasi. Doktor Zul membangun semua itu dari nol dengan karakter dan keunikan yang khusus. “Kita masih berpikir tentang infrastruktur fisik, padahal yang paling penting lagi adalah membangun infrastruktur manusia. Inilah yang sedang dibangun Bang Zul,” ujar Wilgo seraya mencontohkan Singapore dan Jepang menjadi negara hebat karena dukungan sumber daya manusia (SDM) meski tanpa SDA (sumber daya alam). Karenanya Ia mengajak para direksi perbankan untuk membantu UTS mewujudkan mimpi besarnya.

Baca Juga  DPRD KSB: PT AMNT Harus Akui Ada Kelalaian

Sementara Kartini Sally  dari Bank Mandiri, menyatakan kesiapannya untuk menerima para alumni UTS jika ingin berkarier di perbankan. Sebab peluang tersebut sangat terbuka lebar. Bahkan meski masih berstatus mahasiswa pun, Bank Mandiri memiliki program agrobisnis pengembangan teknologi pangan, dan program wirausaha mandiri. “Pada intinya kita mengundang mahasiswa dari seluruh universitas untuk bergabung karena visi Bank Mandiri adalah memakmurkan negeri, yang artinya membangun negeri dari Sabang sampai Merauke,” ucapnya.

Hal senada dikatakan Susi Liestiowaty dari Bank BRI. Ia meyakini lulusan UTS bisa lebih baik dari lulusan universitas ternama lainnya. Keyakinan ini setelah melihat dan mengetahui lebih jauh tentang UTS meski masih baru namun sudah menghasilkan karya yang mendunia. “Kita bisa berbuat apa saja dan menjadi apa saja asal kita mau dan berusaha untuk itu. Jangan pernah pesimis tapi harus optimis,” tandasnya. Susi—demikian sapaan alumni IPB ini melihat kesuksesan bakal diraih mahasiswa UTS. Dengan semangat dan berusaha untuk sejajar menjadi modal bagi mahasiswa setempat meraih kesuksesan.

Dirut Bank Jabar Banten, Ahmad Irvan
Dirut Bank Jabar Banten, Ahmad Irvan

Di tempat yang sama Dirut Bank Jabar Banten, Ahmad Irvan meminta mahasiswa UTS tidak berkecil hati karena berada di universitas yang masih belum begitu dikenal. Dia yakin mahasiswa UTS akan menjadi besar dengan menginovasi diri dan bersikap kreatif. “Ketika kita berpikir untuk besar insha Allah akan menjadi besar,” katanya.

Bank Jabar Banten yang dipimpinnya memiliki BJB university yang siap menjalin kerjasama dengan UTS dalam menyiapkan mahasiswa menjadi wirausaha. Pasalnya lima tahun mendatang BJB memiliki program akan menciptakan 500 ribu wirausahawan muda. “Kami siap membantu mahasiswa UTS, apakah mau bekerja di BJB atau menjadi wirausahawan sukses. Silakan pilih,” ajaknya.

Bob T Ananta, Direksi BNI
Bob T Ananta, Direksi BNI

Bob T Ananta dari Bank BNI mengatakan menjadi sukses tidak cukup dengan kepintaran, karena kepintaran bisa kalah dengan orang bejo (beruntung). Namun pintar dan bejo masih belum cukup, karena orang sukses adalah orang yang terbilang nekat. Tapi melihat keberadaan UTS ini, ternyata kesuksesan diraih oleh orang-orang yang rada ‘gila’. Rata-rata orang yang visioner adalah orang setengah gila. Hadirnya UTS di tengah hutan belantara ini hanya pekerjaan dan ide orang yang gila. Tapi menurut Bob—sapaan Direksi BNI ini, kegilaan inilah yang membuat mimpi besar Doktor Zul menjadi nyata. “Kami salut dan sangat tidak menyangka ini bisa terwujud,” tandasnya.

Di bagian lain Bob memberikan sebuah pembelajaran kepada mahasiswa UTS melalui filosofi kopi. Ia menceritakan bahwa dalam sebuah acara reuni, para alumni menemui guru sekolah mereka dulu. Para alumni ini ramai-ramai menceritakan kesuksesannya. Guru tersebut segera ke dapur mengambil seteko kopi panas kemudian menempatkan beberaopa cangkir kopi yang terbuat dari berbagai bahan seperti kaca, melamin, Kristal, dan plastik. Para alumni itu mengambil cangkir dan mengisinya dengan kopi. Semua memilih cangkir yang bagus dan menyisakan cangkir yang murah dan tidak menarik. Memilih hal yang baik adalah wajar dan manusiawi, namun persoalannya ketika tidak mendapatkan cangkir yang bagus, perasaan mulai terganggu. Otomatis akan melihat cangkir orang lain lalu membandingkannya. Di sini pikiran sudah berfokus ke cangkir, padahal yang sebenarnya dinikmati bukan cangkirnya melainkan rasa kopinya. “Hidup ini seperti kopi, sedangkan cangkir adalah pekerjaan, jabatan, dan harta benda yang kita miliki. Pesan moralnya, jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yang kita nikmati. Artinya jangan pernah keterbatasan yang ada di UTS ini akan membatasi kreasi, ide, dan mimpi para mahasiswa untuk mencapai cita-cita di masa depan,” imbuhnya.

Baca Juga  Wagub NTB: Jangan Setengah-setengah Menata Taman Nasional Gunung Rinjani

Sebelumnya Rektor UTS, Dr Arief Budi Witarto M.Eng menjelaskan mengenai sejarah berdirinya UTS mulai dari hutan belantara hingga menjadi seperti sekarang ini. UTS dalam yang baru berumur dua tahun dengan dua angkatan mahasiswa telah mampu menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih 4 penghargaan dunia pada kompetisi iGEM di Boston Amerika Serikat. Keberangkatan mahasiswa UTS khususnya Fakultas Teknobiologi ke Amerika tidak hanya sekedar jalan-jalan dan berkompetisi melainkan merekam setiap kemajuan yang ada di negeri adidaya tersebut. Karenanya dalam 10 tahun mendatang UTS memiliki mimpi besar menjadikan Sumbawa seperti Kota Boston.

Senada dengan Dr H Zulkieflimansyah SE M.Sc. Pendiri sekaligus Ketua Dewan Penasehat UTS ini mengatakan, mimpi Rektor UTS menjadikan Sumbawa seperti Kota Boston tidak akan menjadi nyata jika yang kuliah di UTS ini hanya orang-orang Sumbawa. Karenanya ia ingin menjadikan UTS replikanya Indonesia, bagaimana putra-putri dari seluruh nusantara kuliah di UTS. Mengapa UI, UGM, IPB, dan perguruan tinggi terkemuka di tanah air lainnya bisa maju, itu karena semua mahasiswa dari seluruh nusantara seperti Aceh, Medan, Lampung, Sumatera, Bali, NTB, NTT dan Papua kuliah di sana. “UTS memiliki mimpi yang sama dalam 2-3 tahun ke depan replica Indonesia ada di sini. Jadi Indonesia menjadi nyata kalau keragaman merajut menjadi satu yang kita mulai dari kampus ini,” tandasnya.

Untuk diketahui saat ini sudah ada ratusan mahasiswa asal luar daerah kuliah di UTS. Dengan kehadiran mahasiswa luar daerah tersebut diharapkan membawa satu hal yang baru dan mampu mentransformasikan Sumbawa maju seperti Boston menjadi kenyataan. (*)

iklan bapenda