Kenalkan Pertambangan, PTNNT Gelar Goes to Campus

oleh -2 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (12/06/15)

Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) mendapat wawasan tentang pertambangan, bagaimana proses, penerapan aturan, konstribusi termasuk perberdayaan terhadap masyarakat sekitarnya. Ini diperoleh setelah PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) menggelar NNT Goes to Campus di perguruan tinggi yang berada di kaki bukit Olat Maras, Batu Alang, Kecamatan Moyo Hulu ini, Jumat (12/06). Kegiatan yang dirangkaikan dengan Seminar dan Diskusi bertajuk “Best Mining Practise and Corporate Social Responsibility” ini menghadirkan Ir H Syarafuddin Jarot selaku Manager Corporate Social Responsibility PTNNT dan H Ruslan Ahmad, General Supervisor Site Communication.

Rektor UTS Dr Arief Budi Witarto M.Eng saat membuka kegiatan itu mengatakan NNT Goes to Campus ini sangat penting agar mahasiswanya mendapat pengetahuan yang komprehensif mengenai pertambangan terutama Proyek Batu Hijau yang sedang dilaksanakan PT Newmont Nusa Tenggara sebagai salah satu perusahaan tambang emas dan tembaga terbesar di Indonesia bahkan dunia. Newmont juga salah satu industry yang berperan penting dalam menggerakkan roda perekomian di NTB. Karenanya keberadaan Newmont dinilai sebagai berkah yang patut disyukuri.

Ia berharap dengan mengetahui lebih jauh tentang NNT, mahasiswanya menjadi tertarik bekerja di perusahaan tambang tersebut. Selain itu muncul mimpi besar mahasiswa UTS untuk memiliki tambang sendiri. Ini bukan mustahil karena sudah banyak orang biasa yang menjadi pengusaha sukses di Indonesia yang memulainya dari nol. Untuk mencapai semua ini membutuhkan proses yang dimulai dari hal kecil, yakni disiplin dan taat terhadap aturan. Hal tersebut menjadi latar belakang PTNNT menjadi perusahaan yang besar dengan predikat yang cukup baik.  Menurut Doktor Arief, PTNNT tidak mungkin bekerja hanya dengan fasilitas yang memadai, pasti ada aturan yang mendukungnya. “Ini pasti berjalan dengan baik karena ada aturan yang baik yang dijalankan dan ditaati,” ujarnya.

Ir H Syarafuddin Jarot
Ir H Syarafuddin Jarot

Sementara dalam diskusi yang dipandu Rahmat Ali Fitrah—Ketua Program Studi Teknik Metalurgi dan Material UTS, Ir H Syarafuddin Jarot sepakat dengan Rektor UTS. Menurutnya, prinsip pertambangan PTNNT adalah asas kepatuhan. PTNNT bisa bekerja karena patuh terhadap aturan. PTNNT tidak akan bisa bekerja tanpa mematuhi aturan nasional yang berlaku di Indonesia. Newmont juga tidak akan bisa bekerja tanpa menghasilkan keuntungan untuk para pemegang saham. Meski sudah mengantongi ijin secara legal, mematuhi aturan dan menguntungkan pemilik saham, jika tidak menguntungkan masyarakat dan negara, PTNNT juga tidak akan bisa bekerja. Karena itu PTNNT juga harus mengantongi ijin sosial dari masyarakat untuk menjaga kelangsungan operasionalnya, salah satunya membuat Departemen Sosial Responsibility untuk melakukan sosialisasi dan silaturahmi dengan stakeholder terkait serta membangun komunikasi dengan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Hal ini sesuai dengan misi PTNNT, adalah mengembangkan program tanggung jawab sosial yang efektif, berkelanjutan, partisipatif dan berkemitraan yang mendukung tercapainya peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat. “Untuk mencapai misi ini, kami menyusun rencana strategis tanggung jawab sosial perusahaan (TSP) 2014—2018 melalui berbagai tahapan di antaranya identifikasi visi misi dan evaluasio kinerja pengembangan masyarakat, kebijakan PTNNT dan pemerintah daerah. Selain itu pemetaan kondisi sosial-ekonomi dan peran PTNNT,” jelasnya.

Baca Juga  Sukses, Samawa Book Fair 2014

Haji Jarot—sapaan singkat jebolan pasca sarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menyebutkan ada lima pilar program TSP PTNNT yakni kesehatan, ekonomi, pendidikan, sosial budaya dan lingkungan. Untuk kesehatan, meningkatkan pelayanan kesehatan menuju masyarakat sehat dan produktif. Bidang Ekonomi, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan kesempatan kerja dan berwirausaha terutama dalam sector yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan tambang. Kemudian Bidang Pendidikan, meningkatkan kualitas pendidikan formal dan non formal untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Bidang Sosial-Budaya, mempromosikan dan mengapresiasi nilai sosial budaya setempat menuju keharmonisan dan kerukunan masyarakat. Selanjutnya, Bidang Lingkungan, melestarikan lingkungan dan sumber daya alam dengan meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat.

Di bagian lain Haji Jarot menyinggung soal program beasiswa PTNNT. Sejak 1998—2014, penerima beasiswa dari PTNNT mencapai 14.353 siswa/mahasiswa. Sebagian besar berasal dari Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat. Total dana beasiswa yang direalisasikan PTNNT mencapai Rp 22,5 Milyar lebih. Beasiswa ini diberikan kepada siswa/mahasiswa berprestasi asal NTB dengan jenis beasiswa Bulaeng (beasiswa tertinggi bagi mahasiswa S1, S2 dan S3 dengan pembiayaan penuh), emas (beasiswa mahasiswa S1 dengan pembiayaan SPP dan biaya hidup), Platinum (beasiswa 1 tahun S2 dan S3), Perak (beasiswa 1 tahun untuk siswa SMP/SMA sederajat dan mahasiswa S1), dan bantuan peningkatan prestasi bagi mahasiswa S1 asal KSB.

H Ruslan Ahmad
H Ruslan Ahmad

Sementara Haji Ruslan Ahmad menjelaskan sejarah singkat PTNNT. Perusahaan tambang yang berkantor pusat di Colorado Amerika ini memulai kegiatan eksplorasinya pada Tahun 1980-an dan menemukan cebakan tembaga pada Tahun 1990 yang kemudian diberi nama Batu Hijau. Hasil kajian tekhnis dan lingkungan selama beberapa tahun memastikan PTNNT melakukan kegiatan eksploitasinya dan mulai beroperasi secara penuh pada Tahun 2000. Sebanyak lebih dari 7000 pekerja termasuk pekerja kontrak yang sebagian besar berasal dari Provinsi NTB yang mendukung kelancaran operasional PTNNT. Untuk meningkatkan kapasitasnya, para pekerja ini diberikan peluang mengikuti pelatihan peningkatan keterampilan sesuai kebutuhan. Karenanya mahasiswa UTS bisa memiliki kesempatan yang sama. “Mulai dari sekarang harus mempersiapkan diri dengan belajar tekun, disiplin dan memiliki semangat yang tinggi untuk maju,” pesan Haji Ruslan.

Baca Juga  Kehutanan dan Peternakan di NTB Diintegrasikan Melalui Skema Perhutanan Sosial

Diakuinya, PTNNT melakukan penambangan terbuka. Newmont berkeyakinan bahwa pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab dan kinerja lingkungan terdepan merupakan bagian yang tak terpisahkan untuk menjadi perusahaan yang efektif dan sukses. Karena itu upaya reklamasi terus dilakukan PTNNT.

Subhan Azharullah—peserta mining Boot Camp IV
Subhan Azharullah—peserta mining Boot Camp IV

Dalam kesempatan yang sama, Subhan Azharullah—peserta mining Boot Camp IV, memanfaatkan momen diskusi itu untuk mensosialisasikan Sustainable Mining Boot Camp V yang akan digelar dalm waktu dekat. Dijelaskannya, bahwa Sustainable Mining Bootcamp merupakan program edukasi bagi masyarakat umum untuk melihat langsung proses penambangan dan aktivitas masyarakat di sekitar area tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Melalui program yang disampaikan secara transparan ini, peserta akan mengikuti dengan lengkap praktek-praktek penambangan terbaik dan bertanggung jawab yang dilakukan PTNNT, dari sejak batuan di tambang, diproses, pemantauan terhadap lingkungan, hingga persiapan penutupan tambang. Peserta juga akan tinggal dan merasakan langsung kehidupan masyarakat di desa-desa sekitar area tambang, serta mengunjungi daerah-daerah wisata di Kabupaten Sumbawa Barat.

Newmont UTS 4Persyaratan untuk mengikuti program ini hanyalah semangat untuk berbagi pengalaman kepada khalayak luas selama kegiatan berlangsung melalui akun-akun media sosial yang peserta miliki. Dalam hal ini, peserta memiliki kebebasan untuk menginformasikan hal apapun ke khalayak tanpa ada intervensi dari PTNNT.

Mahasiswa UTS sangat antusias mengikuti diskusi dan seminar ini. Dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan membuat dua pemateri ini kewalahan untuk menjawabnya. Mulai dari proses penanganan lingkungan terutama pembuangan tailing di Teluk Senunu, proses menghasilkan produk emas dan tembaga hingga isu lainnya seperti pengayaan uranium. Selain itu mereka mengaku tertarik untuk mengikuti Sustainable Mining Bootcamp. Acara ini kemudian ditutup dengan pembagian doorprize setelah mampu menjawab pertanyaan yang diajukan panitia seputar materi yang disampaikan di dalam seminar. (*)

 

iklan bapenda