Kehadiran Pejabat Penting Harus Dimanfaatkan Maksimal

oleh -0 views

DARI ARENA SOSIALISASI KEBIJAKAN DANA DESA OLEH KEMENTERIAN KEUANGAN RI

Sumbawa Besar, SR (10/06/15)

DPRD

Kehadiran Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Dr Boediarso Teguh Widodo di Kabupaten Sumbawa untuk mensosialisasikan dana desa, tidak terlepas dari peran Dr H Zulkieflimansyah M.Sc—tokoh nasional asal Sumbawa. Tentu kehadiran pejabat penting tersebut sudah pasti sangat bermanfaat bagi daerah terutama desa yang akan mengelola dana desa yang nilainya cukup besar. Bayangkan setiap tahunnya desa akan menerima alokasi dana pusat sekitar Rp 1,4 Milyar, dan dalam lima tahun bisa mencapai Rp 5 M. “Dirjen ini adalah orang penting di republik ini karena duit negara ada pada beliau,” ucap Doktor Zul—sapaan akrab Dr Zulkieflimansyah M.Sc dalam kapasitasnya sebagai Anggota Komisi XI DPR RI saat menjadi pembicara pada sosialisasi dana desa di SMK Al Kahfi Sumbawa, Rabu (10/6).

Saking pentingnya ungkap Doktor Zul, ketika Dirjen Boediarso ini mengadakan kegiatan serupa (sosialisasi dana desa) di Kabupaten Serang Banten seminggu yang lalu, disambut sangat meriah oleh pemerintah dan masyarakat setempat. Bahkan bupati di sana membuat acara khusus untuk penyambutan, seperti Debus. Dengan sambutan itu, Boediarso sangat berkesan sehingga dana yang digelontorkan ke Serang Banten menjadi tiga kali lipat dari yang direncanakan. “Jadi saya melihat upaya Pemda di sana sangat luar biasa, dari kades, camat hingga SKPD-nya hadir semua untuk menyukseskan kegiatan tersebut,” ucap Doktor Zul.

Baca Juga  Buron 7 Bulan DPO Curat Tertangkap

Muncul pemikirannya bagaimana Dirjen Perimbangan Keuangan ini dapat hadir dan menggelar kegiatan serupa di Kabupaten Sumbawa. Dengan kegiatan yang padat, Dirjen pun berkesempatan bertemu dengan masyarakat di daerah ini membawa kabar gembira sekaligus mencari solusi dari permasalahan terkait pengalokasikan dana desa di daerah ini. “Mau bertemu Dirjen di Jakarta saja sangat susah, sekarang Dirjennya yang kita bawa ke sini. Sungguh terlalu jika kehadiran beliau tidak dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Selain mengajak Dirjen Kemenkeu, Doktor Zul mengaku mengajak serta Ketua BPK RI. Ini dilakukan hanya untuk mengingatkan agar dana desa yang sangat besar ini tidak disalahgunakan. Karena sudah banyak terjadi di desa daerah lain, kades menggunakan dana tersebut untuk hal-hal yang bersifat konsumtif di luar dari peruntukkannya.

SMK Al Kahfi Sumbawa, Olat Maras, Moyo Huli
SMK Al Kahfi Sumbawa, Olat Maras, Moyo Huli

Di bagian lain, Doktor Zul memberikan klarifikasi soal tempat pelaksanaan sosialisasi yakni SMK Al Kahfi—sekolah kejuruan berbasis pesantren yang berada di pelosok desa dan terpencil. Menurut Doktor Zul, digelarnya sosialisasi ini di daerah terpencil karena pesan yang ingin disampaikan bahwa membangun dari desa itu sangat mungkin. Seperti yang tengah dilakukan di wilayah Olat Maras mulai dari membangun Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) disusul Rusunawa Mahasiswa, Science and Techno Park (STP), dan Sentra Industri. Dengan terbangunnya sarana prasarana ini dengan sendirinya akan muncul usaha ekonomi baru di lokasi setempat mengingat nantinya ada ribuan orang yang beraktivitas di tempat tersebut. Dan rencananya September mendatang, Menpora juga akan berkunjung ke UTS dan telah berjanji akan menghadiahkan gelanggang olahraga di wilayah Olat Maras. Pastinya daerah tersebut semakin ramai dan penuh aktivitas. “Semoga Olat Maras yang kita bangun dari desa ini menemukan justifikasinya secara mendasar,” demikian Doktor Zul. (*)

DPRD DPRD